Rapat Tertutup DPR-TNI Bahas Papua dan Wacana Kodam Baru

- Senin, 24 November 2025 | 14:05 WIB
Rapat Tertutup DPR-TNI Bahas Papua dan Wacana Kodam Baru

Rapat Kerja Komisi I DPR dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subiyanto akhirnya digelar. Ruang rapat di Senayan itu punya agenda yang cukup sensitif, sehingga pertemuan ini diputuskan untuk ditutup dari publik.

Pantauan di lokasi, Menhan Sjafrie dan rombongan TNI tiba di ruang rapat sekitar pukul 13.11 WIB. Mereka disambut oleh Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, yang didampingi sejumlah wakil ketua seperti Budisatrio Djiwandono, Dave Laksono, dan Sukamta.

Tak hanya Sjafrie dan Agus Subiyanto, deretan petinggi militer lainnya juga hadir. Tampak KASAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, serta Wakasal Laksamana Madya Erwin S. Aldedharman memadati ruangan.

Utut Adianto langsung membuka rapat dengan nada yang cukup mencolok.

"Sebelum kita mulai, pimpinan ingin sedikit menyampaikan bahwa ke depan, kita harus semakin merajut persatuan nasional," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin siang itu.

Ia lantas menyelipkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya melihat ke depan. Rapat yang dihadiri perwakilan dari 8 fraksi ini, kata Utut, harus dijalankan dengan semangat memulai dari nol.

"Semangat yang kita tangkap dari Bapak Presiden adalah restart, riset ulang, kilometer nol. Saling memaafkan dan menatap masa depan. Mudah-mudahan ini bisa jadi panduan kita bersama," tambahnya.

Soal kehadiran, meski hanya 25 dari 43 anggota yang datang, rapat tetap dinyatakan memenuhi kuorum.

"Mengingat urgensi pertemuan ini, saya nyatakan rapat dibuka dan tertutup untuk umum," sambung Utut.

Berdasarkan agenda yang beredar, rapat ini rencananya akan membahas situasi Papua, terutama soal kedaulatan dan stabilitas di sana. Rencana pembentukan KODAM baru, serta peran Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan, juga disebut akan jadi bahan diskusi untuk memperkuat pertahanan dan mendukung kesejahteraan.

Namun begitu, detailnya masih simpang siur.

TB Hasanuddin, salah satu anggota yang dikonfirmasi, hanya singkat menyebut rapat membahas "kebijakan dan strategi pertahanan nasional".

Ia mengaku pembahasan mendalam tentang Papua dan wacana kodam baru belum disentuh sama sekali dalam rapat yang masih berjalan.

"Belum dipaparkan," katanya singkat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar