Opsi kedua sedikit lebih rendah, yaitu 7,77%. Ini berdasarkan data BPS terbaru: inflasi 2,65% dan pertumbuhan ekonomi 5,12% dengan indeks 1,0. Sedangkan opsi ketiga mengusulkan kenaikan 6,5%, sama seperti tahun lalu, dengan pertimbangan kondisi makroekonomi yang hampir identik.
Nah, yang perlu diwaspadai adalah jika pemerintah nanti menggunakan indeks tertentu di rentang 0,2 sampai 0,7. Itu adalah garis merah bagi buruh. Said Iqbal mengancam akan menggelar aksi akbar pengganti dan yang lebih menakutkan: mogok nasional.
Semua aksi yang akan datang ini, ditegaskannya, akan dilakukan secara konstitusional. Mereka akan memberitahukan aparat penegak hukum sesuai undang-undang yang berlaku, dengan janji aksi tertib, damai, dan bebas dari kekerasan.
Jadi, meski hari ini Jakarta tenang, ancaman badai buruh di bulan Desember masih sangat nyata. Semuanya sekarang tergantung pada keputusan pemerintah.
Artikel Terkait
Patung Liberty Tersembunyi di Tangerang, Ternyata Bakal Jadi Cetakan
Invasi AS ke Venezuela 2026: Katalis Kekacauan Global yang Tak Terhindarkan
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur