Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada kelompok rentan, terutama pejalan kaki. Irjen Agus meminta jajarannya memberikan perhatian ekstra pada keselamatan mereka, selain tentu saja menindak tegas balap liar.
"Balap liar dan keselamatan pejalan kaki memerlukan patroli yang disiplin serta pendekatan yang mampu membaca pola kelompok rawan," tegas Kakorlantas.
Pernyataannya ini dibuktikan dengan angka. Kegiatan keselamatan pejalan kaki meningkat jadi 1.411 kegiatan di hari keenam. Patroli dan pengawasan difokuskan di zona sekolah, pasar, persimpangan rawan, dan pusat keramaian lainnya. Ini bukti nyata bahwa kelompok rentan memang jadi prioritas.
Sementara untuk balap liar, penertiban digencarkan. Tercatat 538 kegiatan dilakukan, dengan 567 kendaraan roda dua berhasil diamankan. Langkah ini penting untuk menekan angka kecelakaan, mengingat data hari itu mencatat 1.134 kejadian lakalantas.
Irjen Agus berpesan agar seluruh jajaran menjaga ritme dan memastikan setiap intervensi di lapangan berdampak nyata bagi keselamatan masyarakat. Intinya, kerja keras ini harus terasa hasilnya di jalan.
Artikel Terkait
Tito Karnavian Nyaris Lupa Menkeu dalam Rapat Satgas Bencana
Dasco Serahkan Kendali Penanganan Bencana Sumatera ke Tito
Pasca-Bencana Aceh, Empat Masalah Pokok Jadi Fokus Rapat Koordinasi
Program Beasiswa S1 Guru 2026: Pengalaman Mengajar Dikonversi Jadi SKS