Kapolres Depok Ingatkan Pelajar: Jauhi Demo dan Tawuran, Fokus Belajar!

- Senin, 08 Desember 2025 | 22:10 WIB
Kapolres Depok Ingatkan Pelajar: Jauhi Demo dan Tawuran, Fokus Belajar!

Senin pagi di SMK 2 Perintis Depok, suasana upacara bendera terasa sedikit berbeda. Yang hadir sebagai pembina bukan dari kalangan guru, melainkan Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras. Kehadirannya ini bagian dari program "Police Goes To School", yang tujuannya jelas: mendekatkan polisi dengan siswa sekaligus memberi pembinaan.

Dengan seragam lengkap, Waras menyampaikan amanatnya. Ia bicara soal karakter, disiplin, dan tentu saja, keamanan. Salah satu poin yang ditekankan adalah pentingnya menghormati orang tua dan guru.

"Guru itu figur pengganti orang tua di sekolah," ujarnya.

"Mereka punya peran besar membentuk perilaku dan masa depan kalian semua."

Namun begitu, ada dua hal yang dapat dikatakan mendapat perhatian khusus dalam pesannya. Yang pertama adalah soal demo. Waras mengakui, menyampaikan pendapat memang hak semua orang. Tapi untuk pelajar, ceritanya lain.

Pemerintah dan sekolah sudah melarang siswa ikut demonstrasi fisik. Alasannya? Risikonya terlalu tinggi. Mulai dari provokasi, kerusuhan, sampai urusan keselamatan jiwa. "Fokus kalian harusnya ke belajar," tegas Waras. Intinya, dia mengimbau para siswa untuk menjauhi aksi-aksi seperti itu.

Lalu, persoalan kedua yang tak kalah serius: tawuran. Di sini, nada Waras tegas dan gamblang. Menurutnya, tawuran cuma buntut-buntutnya masalah. Tidak ada untungnya sama sekali.

"Bisa berurusan dengan pidana, cedera, bahkan nyawa melayang. Masa depan yang sudah dibangun bisa hancur dalam sekejap," ucapnya memperingatkan.

Di sisi lain, dia juga singgung bahaya laten narkoba. Imbauannya jelas: jangan pernah sekalipun mencoba. Bentuk apa pun, tawarannya seperti apa pun, tolak mentah-mentah. Dampaknya, terang Waras, sangat merusak dan bisa menggagalkan cita-cita generasi muda.

Acara itu sendiri berlangsung cukup singkat. Tapi pesan yang disampaikan Waras terasa jelas dan ingin langsung menyentuh kesadaran ratusan siswa yang hadir. Apakah berhasil? Waktu yang akan menjawabnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler