Penggemar Australia Dideportasi Seumur Hidup Usai Terobos Karpet Merah dan Rangkul Ariana Grande

- Minggu, 23 November 2025 | 14:20 WIB
Penggemar Australia Dideportasi Seumur Hidup Usai Terobos Karpet Merah dan Rangkul Ariana Grande

Keamanan di karpet merah pemutaran perdana film 'Wicked: For Good' di Singapura sempat ricuh. Seorang pria Australia, Johnson Wen (26), nekat menerobos barikade dan berlari menuju para bintang. Targetnya adalah Ariana Grande.

Dia merangkul penyanyi itu dan melompat-lompat, membuat Grande tampak kaget bukan main. Untungnya, rekan pemain Grande serta petugas keamanan segera bergerak. Mereka berhasil menahan dan mengeluarkan Wen dari lokasi.

Tapi ceritanya belum selesai. Saat sudah digiring keluar, Wen tiba-tiba berbalik dan mencoba menerobos lagi ke arah karpet kuning. Upaya keduanya ini gagal. Petugas berhasil mencekalnya dan dia pun ditahan.

Menariknya, malam itu juga Wen sudah bebas untuk sementara. Dia bahkan sempat berbagi cerita di Instagram, menyatakan diri bebas setelah ditangkap. Tak hanya itu, video kejadian itu dia unggah di TikTok dan Instagram, lengkap dengan ucapan terima kasih untuk Grande.

Namun begitu, kebebasannya tak berlangsung lama.

Polisi menemukan dan menangkapnya kembali keesokan harinya, 14 November, di Temple Street. Dari penyelidikan, terungkap bahwa Wen punya kebiasaan buruk mengganggu acara-acara penting. Sebelumnya, dia juga tercatat mengacau di konser Katy Perry, The Chainsmokers, dan The Weeknd.

Pengadilan pun menjatuhkan vonis. Pada 17 November, Hakim Distrik Christopher Goh menghukum Wen 9 hari penjara. Sang hakim menyebut tindakan Wen dilakukan untuk "mencari perhatian", dengan anggapan keliru bahwa dia tak akan mendapat konsekuensi di Singapura.

Kini, semua sudah berakhir untuk Wen di Singapura. Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan setempat mengonfirmasi bahwa Johnson Wen telah dideportasi ke Australia pada 23 November. Bukan hanya diusir, dia juga dilarang masuk kembali ke Singapura untuk selamanya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar