Soal kondisi fisik, Fatah memastikan semua harimau di Ragunan dalam keadaan sehat. Total ada 28 ekor 10 harimau Benggala dan 18 harimau Sumatera.
"Semuanya sehat. Kalau pengunjung lihat ada yang kurus, langsung saja tanya ke petugas atau cari perawat satwanya. Nanti akan kami jelaskan," ujarnya.
Untuk mengukur kondisi fisik satwa, Ragunan menggunakan sistem body condition score (BCS) dengan skala 1 sampai 5. Skala 1 artinya sangat kurus, sementara 5 berarti sangat gemuk.
"Nah, harimau yang viral itu, Sri Deli, dinilai ada di skala 3 menuju 4. Jadi sebenarnya dia nggak kurus malah cenderung gemuk," tegas Fatah.
Soal makan juga tak perlu diragukan. Setiap harimau dapat jatah 5 sampai 10 kilogram daging per hari. Fatah bilang, di alam liar, mereka mungkin cuma makan dua minggu sekali, tapi sekali santap bisa habis satu ekor mangsa.
Selain pakan yang teratur, pihak Ragunan juga melakukan pengecekan kondisi satwa setiap bulan. Tak ketinggalan, medical check up tahunan untuk memastikan semua dalam keadaan prima.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Cairkan Rp 411,4 Miliar untuk Revitalisasi 1.741 Sekolah Pascabencana di Sumatra
Satgas PRR Salurkan Bantuan Hidup Rp 236,5 Miliar untuk 175 Ribu Penyintas di Tiga Provinsi
Kampio Arena Gelar Turnamen Futsal Ramadhan 2026 di Tangerang
YBM PLN Salurkan Bingkisan Ramadan ke 2.500 Keluarga di Jabodetabek