Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mendarat di Johannesburg, Afrika Selatan. Dia hadir di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 sebagai perwakilan resmi dari Presiden Prabowo Subianto. Suasana bandara langsung hidup begitu dia turun dari pesawat, disambut oleh irama energik tarian lokal Pantsula.
Berdasarkan laporan Antara pada Sabtu (22/11/2025), Gibran sebenarnya sudah tiba sehari sebelumnya, yaitu Jumat sore waktu setempat. Penerbangannya dari Jakarta memakan waktu hampir 11 jam sebelum akhirnya mendarat di Bandara O.R. Tambo sekitar pukul tiga seperempat.
Di atas landasan, Menteri Listrik dan Energi Afrika Selatan, Kgosientsho Ramokgopa, sudah menunggu. Hadir juga Dubes RI untuk Afrika Selatan, Saud Purwanto Krisnawan, serta Atase Pertahanan RI di Pretoria, Kolonel (Mar) Guntur Almasyih. Mereka menyambut kedatangan wakil presiden kita.
Setelah berjalan melewati pasukan kehormatan, perhatian Gibran tertarik pada tiga pemuda yang menari dengan lincah. Mereka mengenakan kemeja kotak-kotak merah dan topi kuning, mempertunjukkan Pantsula dengan penuh semangat. Gibran pun menyaksikannya sejenak.
Rangkaian penyambutan di bandara pun berakhir. Rombongan kemudian bersiap menuju Saxon Hotel Johannesburg untuk memulai serangkaian agenda kerja yang padat.
Tapi ternyata, sambutan hangat belum berakhir. Begitu tiba di hotel, suara meriah diaspora Indonesia langsung menyambutnya. Mereka menyanyikan lagu 'Rayuan Pulau Kelapa' dengan penuh rasa rindu, menciptakan atmosfer yang begitu hangat dan familiar di negeri orang.
Suasana semakin haru ketika lagu nasional Indonesia dikumandangkan. Sebuah momen yang pasti bikin merinding bagi siapa pun yang hadir di sana.
Di tengah kemeriahan itu, sepasang anak WNI yang mengenakan pakaian adat dengan malu-malu menghampiri Gibran. Mereka menyerahkan buket bunga King Protea, bunga nasional Afrika Selatan yang cantik. Gesture sederhana yang sarat makna.
Gibran pun meluangkan waktu untuk berfoto bersama. Usai sesi foto, dia menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada para diaspora yang telah menyambutnya dengan begitu hangat.
"Terima kasih, terima kasih," ujarnya sambil menjabat tangan beberapa warga Indonesia yang berjajar.
KTT G20 Afrika Selatan sendiri resmi digelar pada 22-23 November 2025 di Johannesburg Expo Centre. Dalam forum penting inilah Gibran dijadwalkan menyampaikan pidato yang mewakili pandangan dan posisi Indonesia, sekaligus menyampaikan pesan-pesan khusus dari Presiden Prabowo.
Lalu, kenapa Gibran yang berangkat? Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan penjelasannya. Menurutnya, jadwal KTT ini ternyata bentrok dengan sejumlah agenda penting Presiden Prabowo di dalam negeri. Makanya, Pak Presiden memilih untuk diwakili oleh Wapres.
"Jadwal KTT G20 di Afrika Selatan bertepatan dengan beberapa agenda Presiden di Tanah Air, sehingga Pak Presiden akan diwakili Pak Wapres di G20," kata Teddy kepada wartawan, Jumat (21/11).
Sebelumnya, pemerintah juga telah mengirim Wakil Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan, Lodewijk F Paulus, sebagai utusan khusus. Tugasnya adalah bertemu langsung dengan Presiden Cyril Ramaphosa untuk menyampaikan surat pribadi dari Prabowo yang berisi permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap 10 Tersangka Pengeroyokan Brutal terhadap Kepala Desa di Lumajang
IMX 2026 Gelar Pameran Modifikasi di Kawasan Candi Prambanan
Wakil Ketua MPR Soroti Peran Krusial Guru Perempuan Bentuk Karakter Generasi Muda
Unpad Nonaktifkan Dosen Terkait Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus