Menurutnya, pendirian kantor baru ini adalah langkah strategis. Tujuannya jelas: menghadirkan layanan yang lebih dekat, responsif, dan relevan dengan kebutuhan warga setempat. Ia berharap UPT ini bisa mempercepat pemajuan kebudayaan di Provinsi Lampung.
"Dengan adanya nanti kantor ini, termasuk di dalamnya akan ikut mensosialisasikan dan menjadi satu wadah jejaring dengan komunitas-komunitas di Lampung yang bisa difasilitasi oleh Dana Indonesia," sambung Fadli.
Di sisi lain, kehadiran Balai Kebudayaan Lampung ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kebudayaan daerah. Ia juga diharapkan bisa mendukung pelestarian warisan budaya masyarakat 'Sai Bumi Ruwa Jurai' secara lebih maksimal.
Nantinya, koordinasi berbagai program kebudayaan mulai dari pendokumentasian, pengembangan, hingga pemajuan budaya akan jauh lebih mudah. Fasilitas ini tak cuma jadi kantor. Ia juga diproyeksikan menjadi pusat kegiatan edukatif berbasis budaya dan mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan kebudayaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Kunjungan Menteri Fadli Zon ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat. Mereka adalah Wakil Gubernur Provinsi Lampung Jihan Nurlela, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayudha, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Iskandar Mulia Siregar, serta Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Lampung Anshori Djausal.
Artikel Terkait
Harga Emas 24K Tembus Rp2,49 Juta per Gram, Buyback Lebih Tinggi dari Harga Jual
Analis: Cak Imin Lebih Berpeluang Maju sebagai Capres Ketimbang Cawapres di 2029
Tes Kemampuan Akademik Pendidikan Kesetaraan Digelar, Inklusivitas ABK Jadi Sorotan
Waspadai Risiko Kesehatan di Balik Kenikmatan Seblak yang Sedang Tren