Mendiang Melodi Muda: Orkestra Light Ministry Pukau Fadli Zon di Hari Anak Sedunia

- Jumat, 21 November 2025 | 08:50 WIB
Mendiang Melodi Muda: Orkestra Light Ministry Pukau Fadli Zon di Hari Anak Sedunia

Plaza Insan Berprestasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah riuh rendah oleh alunan musik klasik kemarin sore. Light Ministry Orchestra (LMO), orkestra binaan musisi kawakan Addie M.S., tampil memukau dalam konser spesial memperingati Hari Anak Sedunia. Di hadapan para tamu undangan, mereka membawakan berbagai repertoar dengan penuh penghayatan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi. Dalam sambutannya, ia tak henti-hentinya memuji semangat para musisi muda dari beragam latar belakang yang bersatu dalam orkestra ini.

"Kementerian Kebudayaan sangat mendukung ekosistem musik, termasuk musik klasik dan orkestra," tegas Fadli dalam keterangan tertulisnya Jumat (21/11/2025).

Ia melanjutkan dengan penekanan khusus pada masa depan industri musik tanah air. "Kami berharap ke depan, semua genre musik dengan talenta-talenta yang ada dapat disinergikan ke dalam program manajemen talenta nasional."

Tak berhenti di situ, Fadli juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem musik nasional secara menyeluruh. Menurutnya, pengembangan bakat dan ekspresi budaya harus diiringi dengan perluasan program agar sektor musik bisa memberi kontribusi lebih besar bagi ekonomi kreatif.

"Kita ingin mengembangkan ekosistem musik secara keseluruhan," ujarnya dengan semangat. "Musical play, misalnya, saya kira ke depan akan menjadi tren dan sangat berpotensi berkembang di Indonesia."

Di akhir sambutannya, Fadli menyampaikan pentingnya membuka ruang bagi talenta muda. Baginya, inisiatif generasi muda merupakan kekuatan penting yang patut didukung penuh.

"Ini bagian penting, apalagi talenta muda datang dengan passion yang sangat berarti dan dapat membentuk simfoni orkestra mereka sendiri," tutur Menbud. "Ini harus menjadi kerja kolaboratif dan sinergis, terutama bersama anak-anak muda."

Di sisi lain, Addie M.S. sebagai pimpinan orkestra mengungkapkan filosofi dibalik berdirinya LMO. Orkestra ini ternyata dibangun atas dasar misi yang lebih dalam sekadar bermusik.

"Orkestra ini bukan hanya tentang musik," jelas Addie dengan mata berbinar. "Ini tentang membangun ruang penerimaan, empati, dan kebersamaan yang berdampak nyata bagi banyak orang."

Diketahui, Light Ministry Orchestra merupakan buah pemikiran tiga anak muda berbakat: Edmund Lucius, Celine Handoko, dan Maddison Kurniawan. Bagi mereka, LMO lebih dari sekadar wadah bermusik biasa. Ini adalah ruang pembentukan karakter, pemberdayaan generasi muda, dan sarana kontribusi bagi kebudayaan Indonesia. Melalui latihan dan kebersamaan yang inklusif, mereka belajar disiplin, tanggung jawab, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Konser bertajuk 'Rise Through Rhythm' ini berlangsung sekitar tiga puluh menit. Dipimpin langsung oleh Addie M.S. sebagai konduktor, penampilan dibuka dengan Indonesia Raya yang khidmat, kemudian berlanjut ke berbagai karya klasik seperti La Nozze di Figaro, Fruhlingsstimmen, hingga tema film Pirates of the Caribbean yang penuh semangat.

Hadir mendampingi Menteri Fadli Zon, tampak sejumlah pejabat tinggi kementerian. Di antaranya Sekretaris Jenderal Bambang Wibawarta, Direktur Jenderal Diplomasi Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, serta sejumlah pejabat eselon lainnya yang turut menyaksikan langsung penampilan spektakuler para musisi muda ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar