Siang itu, Kamis (20/11/2025), suasana di Rumah Sakit Pamanukan Medical Center (PMC) Subang tiba-tiba berubah jadi chaos. Sekitar pukul 14.30 WIB, kepulan asap hitam pekat terlihat menyembul dari dalam gedung, memicu kepanikan massal.
Pasien dan keluarga mereka berhamburan menyelamatkan diri. Ada yang masih menentang infus, ada pula yang dipindahkan dengan tergopoh-gopoh di atas kasur rumah sakit. Total, 126 pasien rawat inap berhasil dievakuasi. Meski begitu, beberapa di antaranya terpaksa dirujuk karena membutuhkan penanganan yang lebih lanjut.
Untungnya, api akhirnya bisa dipadamkan. Namun begitu, penyebab pastinya masih jadi tanda tanya besar. "Penyebab kebakaran masih diteliti tim ahli dan teknis," jelas Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis malam.
Di sisi lain, untuk mengantisipasi kekurangan tempat bagi pasien, BPBD Kabupaten Subang langsung bergerak cepat. Mereka mendirikan tenda darurat di lokasi.
"Kami mendirikan tenda peleyon dan velt bed untuk mengantisipasi pasien yang ruangannya terbakar," ujar Udin.
Menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan 11 unit velt bed di dalam tenda. Jumlah itu dinilai cukup memadai untuk menampung pasien yang membutuhkan. Memang, fasilitas darurat ini tentu tak sama nyamannya dengan ruangan pasien biasa. Tapi, dalam situasi darurat seperti ini, kehadirannya sangat berarti. "Namun bisa digunakan," katanya singkat.
Artikel Terkait
Daging Kurban Alot? Jangan Langsung Marinasi, Simpan Dulu 24 Jam di Kulkas
Ribuan Jemaah Salat Idul Adha di Al-Aqsa di Tengah Ketegangan dan Pelanggaran Gencatan Senjata
Istri Kunjungi Yaqut Cholil Qoumas di Rutan KPK saat Idul Adha, Bawa Tempe Goreng karena Suami Idap GERD
Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tamiang Resmi Beroperasi, Putus Isolasi Dua Desa Hanya dalam 5 Menit