Ia lantas menegaskan satu hal. Dampak banjir di Karangligar ini bukan cuma urusan lokal. Ini persoalan nasional. Kenapa? Karawang kan salah satu lumbung pangan andalan negeri ini. Kalau sawah-sawah di sini terus terendam, ya imbasnya akan terasa sampai ke tingkat nasional.
Harapannya sih sederhana. Dengan segera terwujudnya infrastruktur pengendali banjir, warga bisa kembali beraktivitas dengan tenang. Hidup tanpa was-was.
“Yang kita inginkan, masyarakat terbebas dari banjir. Mereka punya kepastian untuk menjalani hidup. Ada rasa nyaman, tidak khawatir tiba-tiba banjir datang dan menghanyutkan semua hasil jerih payah mereka,” tutup Saan.
Menurut sejumlah sumber di lapangan, banjir di Karangligar bisa terjadi 20 sampai 30 kali dalam setahun. Saat musim hujan tiba, frekuensinya makin menjadi. Bisa 4 atau 5 kali dalam sebulan. Pemkab Karawang sendiri sudah melaporkan bahwa banjir ini menyebabkan kerugian yang sangat signifikan, terutama di sektor pertanian yang menjadi nafkah banyak warga.
Artikel Terkait
Gunungan Sampah di Kramat Jati Diserbu 25 Truk, Warga Lega
Warga Sarinah Sambut JPO Baru, Tuntut Fasilitas Tak Sekadar Slogan
KPK Amankan Delapan Orang dalam OTT Dugaan Suap Pengurangan Pajak
Dasco Desak BPS: Data Kerusakan Pascabencana Harus Rampung dalam Satu Minggu