Alfamidi Gulirkan Program Protein, 130 Balita Bebas dari Stunting

- Rabu, 19 November 2025 | 17:15 WIB
Alfamidi Gulirkan Program Protein, 130 Balita Bebas dari Stunting
Alfamidi Perkuat Perang Melawan Stunting dengan Program Protein Berkelanjutan

Alfamidi Perkuat Perang Melawan Stunting dengan Program Protein Berkelanjutan

FAKTA CEPAT: Program Protein Cegah Stunting

Jangkauan: 415 balita di 11 cabang dari Medan hingga Ambon

Bantuan: 100.000 butir telur dengan distribusi 60 butir per bulan selama 6 bulan

Hasil: 130 balita berhasil keluar dari kategori stunting

JAKARTA - PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) mengukuhkan komitmennya dalam memerangi stunting melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Protein Cegah Stunting". Inisiatif strategis ini telah menyentuh 415 balita terindikasi stunting di 11 cabang Alfamidi yang tersebar dari Medan hingga Ambon.

Strategi Intervensi Berkelanjutan

Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra, menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam penanganan stunting. "Program ini tidak sekadar bantuan satu kali, melainkan intervensi intensif selama enam bulan dengan pendampingan dan pemantauan rutin untuk memastikan hasil yang optimal," jelas Retriantina dalam keterangan tertulis.

Program yang dimulai sejak 2023 ini dirancang secara sistematis dengan menyalurkan 60 butir telur per bulan kepada setiap balita penerima manfaat. Pemilihan telur sebagai media intervensi gizi didasarkan pada kandungan nutrisinya yang komprehensif.

"Telur merupakan sumber protein hewani yang ideal dengan kandungan nutrisi lengkap: protein, lemak, vitamin, mineral, kalsium, fosfor, kalium, dan natrium. Kombinasi ini sangat efektif untuk mencukupi kebutuhan gizi anak dan mencegah stunting," papar Retriantina.

Kolaborasi Multisektor dan Monitoring Ketat

Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi strategis dengan berbagai institusi kesehatan, termasuk puskesmas, posyandu, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kerja sama ini memungkinkan monitoring komprehensif terhadap parameter tumbuh kembang balita, meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan aspek perkembangan lainnya.

Kisah Sukses dari Lapangan

Nady, ibu balita penerima manfaat asal Samarinda, membagikan pengalaman positifnya. "Program ini sangat membantu saya memenuhi asupan protein anak saya. Berkat bantuan telur rutin, berat dan tinggi badan buah hati saya mengalami peningkatan signifikan," ungkapnya dengan penuh harap agar program serupa dapat berlanjut.

Sentimen serupa disampaikan Sunggal dari Medan. "Alhamdulillah, bantuan telur ini benar-benar menambah gizi anak saya. Setelah mengonsumsi telur secara teratur, berat badannya bertambah. Saya berharap inisiatif seperti ini terus berjalan ke depannya," tuturnya.

Pencapaian dan Pengakuan

Atas kontribusi nyata dalam penanganan stunting, Alfamidi telah menerima penghargaan dari BKKBN di empat provinsi: Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah. Pengakuan ini memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting dari 19,8% (2024) menjadi 18,8% di tahun 2025.

Program Protein Cegah Stunting Alfamidi tidak hanya sekadar bantuan sosial, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas. Melalui komitmen berkelanjutan ini, Alfamidi yakin dapat berkontribusi signifikan dalam percepatan penurunan angka stunting nasional.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar