Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Selain mengurai kemacetan, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung kawasan permukiman padat, serta mempermudah distribusi logistik dari dan menuju Jakarta Barat. Flyover ini juga akan menyambungkan beberapa simpul transportasi penting untuk meningkatkan efektivitas mobilitas warga.
Persiapan Selama Masa Konstruksi
Selama masa pembangunan, pemerintah akan menyediakan jalur sementara (detour) di kedua sisi flyover yang memanfaatkan sebagian trotoar dan lahan warga. Proses ini memerlukan koordinasi intensif, pemindahan utilitas, serta penebangan pohon di area terdampak.
"Pembangunan detour membutuhkan koordinasi intensif. Pemprov harus memastikan pembangunan dilakukan secara bertahap, transparan, dan mengedepankan keselamatan serta kenyamanan warga," tegas Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta tersebut.
Komitmen Pengawasan dan Transparansi
Kent menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pembangunan agar berjalan transparan dan tepat sasaran. Kehadirannya dalam sosialisasi yang digelar di kantor Camat Grogol Petamburan pada 17 November 2025 merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai desain proyek, metode konstruksi, dan rekayasa lalu lintas selama pembangunan.
"Saya ingin memastikan seluruh proses pembangunan berjalan dengan benar, terbuka, dan memprioritaskan kepentingan warga. Proses pembangunan harus tetap mengedepankan kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang terdampak rekayasa lalu lintas," papar Kent.
Sebagai penutup, Kent menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dan berharap Flyover Latumeten dapat menjadi solusi nyata terhadap masalah kemacetan, sekaligus kontribusi penting dalam membangun Jakarta yang lebih aman, modern, dan terintegrasi.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah
Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen