PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menganugerahkan penghargaan kepada personel berprestasi dalam sejumlah kasus pengungkapan narkoba. Pemberian penghargaan ini disebut sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan dedikasi.
Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap institusi Polri. Sebanyak 96 anggota, yang berasal dari Ditnarkoba Polda Riau, Direktorat Intelkam, Satuan Brimob, dan Polres Bengkalis, menerima penghargaan atas komitmen dan kontribusi mereka dalam memerangi peredaran gelap narkotika.
"Untuk meraih prestasi semacam ini tidaklah mudah. Diperlukan effort, kerja keras, dan upaya kerja sama dalam satu tim kecil dengan komunikasi yang baik," tegas Irjen Herry Heryawan di Pekanbaru, Selasa (18/11/2025).
Irjen Herry menekankan pentingnya sinergi dan kepemimpinan yang solid dalam operasi pemberantasan narkoba. Menurutnya, narkoba tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga menjadi penghalang besar bagi terwujudnya Generasi Emas Indonesia.
"Keberhasilan ini mustahil tercapai tanpa peran seorang dirijen. Karena itu, kami turut mengapresiasi Kasat Narkoba Polres Bengkalis maupun Kapolres atas capaian ini," ujarnya menambahkan.
Kapolda juga menyoroti dampak buruk peredaran narkoba di Provinsi Riau, yang dinilai menghambat pertumbuhan generasi bangsa. Hal ini dinilai bertolak belakang dengan upaya pemerintah dalam memenuhi gizi anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Jika peredaran narkoba di Provinsi Riau ini tidak bisa kita tangani dengan baik, maka program pemerintah pusat juga akan ikut terhambat," jelasnya.
Jenderal bintang dua yang akrab disapa Herimen ini meminta seluruh jajarannya untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam memerangi narkoba. Di sisi lain, ia menyampaikan peringatan keras kepada anggota yang terlibat narkoba.
Ditegaskannya, pihaknya tidak akan segan memberikan tindakan tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personel yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba.
"Begitu juga dengan anggota kita yang merusak citra Polri dengan menggunakan narkoba atau menjadi cepu atau bekerja sama dengan jaringan, jangan sampai itu terjadi. Ini sudah kesekian kalinya saya sampaikan," tegas Herry.
"Jika ada, saya minta untuk segera sadar dan introspeksi. Ingatlah anak dan istri. Masuk menjadi polisi itu susah, sudah berhasil mencapai posisi, jangan disia-siakan," pungkas Kapolda menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Studi: Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Edisi Paling Boros Karbon Akibat Penerbangan Massal
Marapthon Dinilai Ubah Cara Publik Konsumsi Media Digital, Pengamat Soroti Pergeseran ke Konten Partisipatif
Iran Peringatkan Pasukan Asing Tinggalkan Selat Hormuz, Tuding AS Tembak Jatuh Helikopter Apache
Timnas Indonesia Raih Dua Kemenangan Beruntun, Herdman Soroti Pentingnya Jaga Momentum