"Akselerasi transformasi di bidang kualitas birokrasi dan pelayanan publik merupakan bagian terpenting yang harus kami lakukan. Kehadiran polisi sebagai problem solver diwujudkan melalui patroli dialogis presisi," jelasnya.
Komitmen perbaikan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan larangan tegas bagi seluruh personel Polri untuk tidak melakukan pamer (flexing) dan bersikap arogan.
"Pembenahan kultural dan inovasi unggulan menjadi quick win dari akselerasi transformasi di delapan bidang. Ini merupakan capaian cepat berdasarkan riset yang telah kami lakukan sesuai harapan masyarakat. Polri tidak boleh berlaku hedon maupun flexing, tetapi harus objektif melihat kondisi masyarakat," tegas Dedi.
"Selain itu, Polri tidak boleh melakukan tindakan arogan. Kami telah menyusun buku pedoman do and don't yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh anggota Polri," tambah Wakapolri.
Artikel Terkait
Liverpool Hentikan Tren Buruk, Kalahkan Fulham 2-0 di Anfield
Jordan Ivy-Curry Pamit dari IBL, All-Star 2026 Jadi Penampilan Terakhir
Pameran Nasional Tatah 2026 Digelar di Jakarta untuk Hidupkan Kembali Seni Ukir Jepara
AC Milan Dibantai Udinese 3-0 di San Siro