"Akselerasi transformasi di bidang kualitas birokrasi dan pelayanan publik merupakan bagian terpenting yang harus kami lakukan. Kehadiran polisi sebagai problem solver diwujudkan melalui patroli dialogis presisi," jelasnya.
Komitmen perbaikan ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan larangan tegas bagi seluruh personel Polri untuk tidak melakukan pamer (flexing) dan bersikap arogan.
"Pembenahan kultural dan inovasi unggulan menjadi quick win dari akselerasi transformasi di delapan bidang. Ini merupakan capaian cepat berdasarkan riset yang telah kami lakukan sesuai harapan masyarakat. Polri tidak boleh berlaku hedon maupun flexing, tetapi harus objektif melihat kondisi masyarakat," tegas Dedi.
"Selain itu, Polri tidak boleh melakukan tindakan arogan. Kami telah menyusun buku pedoman do and don't yang menjadi acuan perilaku bagi seluruh anggota Polri," tambah Wakapolri.
Artikel Terkait
KPK Sita Emas dan Miliaran Rupiah dalam OTT Pejabat Pajak
KUHP Baru Diklaim Jadi Tameng Bagi Pengkritik Pemerintah
KPK Amankan Pejabat Pajak Jakarta Utara dalam OTT Suap Rp 4 Miliar
Pajak Rp75 Miliar Menyusut Drastis, Lima Tersangka Terjerat Kasus Suap di KPP Jakarta Utara