BGN Tegaskan Sarjana Gizi Jadi Prioritas Utama untuk Program Makan Bergizi Gratis

- Senin, 17 November 2025 | 21:45 WIB
BGN Tegaskan Sarjana Gizi Jadi Prioritas Utama untuk Program Makan Bergizi Gratis

Prioritas Sarjana Gizi untuk Program Makan Bergizi Gratis Ditegaskan BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan komitmennya dalam penempatan tenaga ahli gizi untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi pernyataan yang beredar, Dadan menyatakan bahwa prioritas utama adalah lulusan sarjana gizi untuk mengisi posisi ahli gizi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dadan menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, BGN menghadapi tantangan keterbatasan jumlah lulusan sarjana gizi. "Produksi sarjana gizi itu terbatas, sementara program ini harus terus berjalan. Dalam kondisi kelangkaan, BGN mencari solusi dengan mempertimbangkan lulusan dari disiplin ilmu lain yang memiliki dasar pengetahuan gizi," jelas Dadan di Jakarta, seperti dilaporkan Antara.

Standar Nasional dan Peran Ahli Gizi di SPPG

Keberadaan ahli gizi di setiap SPPG disebut sangat krusial. Hal ini terkait dengan standar menu nasional yang ditetapkan BGN untuk menjamin kualitas MBG yang diterima oleh masyarakat.

"Program MBG dirancang tanpa menu standar nasional yang kaku. Oleh karena itu, kehadiran individu yang memahami gizi di setiap SPPG menjadi penentu kualitas. Jika bukan sarjana gizi, kami dapat mempertimbangkan lulusan seperti sarjana kesehatan masyarakat atau teknologi pangan yang telah mendapatkan ilmu gizi dalam perkuliahannya," tambah Dadan.

Klariifikasi atas Pernyataan Viral dan Komitmen Kolaborasi

Pernyataan ini muncul menanggapi pernyataan viral yang menyebut bahwa program tidak membutuhkan ahli gizi dan mengusulkan relawan lulusan SMA. Terkait hal tersebut, pihak yang membuat pernyataan telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di depan forum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan menyatakan kesediaannya untuk berkolaborasi demi kesuksesan Program MBG.

Dadan Hindayana kembali menegaskan posisi BGN yang tidak berubah. Standar menu nasional yang ditetapkan memerlukan keahlian khusus untuk memastikan manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar