Ditegaskannya bahwa sesuai dengan amanat konstitusi, kebudayaan harus dipandang sebagai energi pertumbuhan bangsa, bukan sebagai beban. Karena itu, pelestarian dan pengembangan warisan budaya baik tangible maupun intangible menjadi prioritas penting.
Kolaborasi Multipihak untuk Penguatan Museum
Fadli Zon menekankan pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah, swasta, dan filantropis dalam memperkuat peran museum sebagai cultural enclave. Model public-private partnership ini telah terbukti berhasil di berbagai negara dan perlu diadaptasi di Indonesia.
Dukungan Penuh Keraton Kanoman
Pihak Keraton Kanoman menyambut positif pembukaan ruang pameran tetap ini. Patih Kesultanan Kanoman, Gusti Patih Pangeran Raja Muhammad Qodiran, yang mewakili Sultan Kanoman XII, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kebudayaan.
"Kami bangga memiliki tata pamer museum yang memenuhi standar modern. Semoga ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pemajuan kebudayaan nasional," ujarnya.
Masa Depan Museum Gedung Pusaka Keraton Kanoman
Pembukaan ruang pameran tetap ini diharapkan dapat menghadirkan narasi baru, menampilkan koleksi unggulan, serta menyajikan tata pamer yang lebih informatif dan menarik. Langkah ini diyakini akan meningkatkan pemahaman publik terhadap sejarah Keraton Kanoman sekaligus memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi budaya.
Ke depan, Museum Gedung Pusaka Keraton Kanoman diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi penjaga semangat dan potensi masa depan kebudayaan Indonesia yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Premanisme di Tanah Abang: Pedagang Bakso Jadi Sasaran, Polda Metro Jaya Janji Tindak Tegas
Prabowo: Dana Rp31,3 Triliun Hasil Penyelamatan Negara Dapat Perbaiki 34 Ribu Sekolah
Empat Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kembali Boleh Bermain di Belanda
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal AFF 2026, Ulangi Final 2024?