Otoritas Palestina menuduh Israel terlibat dalam kasus dugaan perdagangan manusia yang melibatkan warga Gaza. Insiden ini menyusul kedatangan misterius sekelompok warga Gaza di Bandara OR Tambo, Johannesburg, Afrika Selatan, pekan lalu. Pihak Otoritas Palestina menyatakan mereka sama sekali tidak memiliki informasi atau keterkaitan dengan pengiriman warga tersebut ke Afrika Selatan.
Kejadian tersebut berawal ketika sebuah pesawat carteran yang membawa 153 warga Gaza mendarat pada hari Jumat. Mereka dilaporkan sempat tertahan di dalam pesawat selama sekitar 12 jam. Penundaan ini terjadi karena masalah administratif, dimana para penumpang tidak membawa dokumen resmi yang lengkap untuk memasuki wilayah Afrika Selatan.
Rute penerbangan yang ditempuh dilaporkan tidak biasa. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Ramon di Israel, kemudian melakukan transit di Kenya, sebelum akhirnya tujuannya adalah Afrika Selatan. Otoritas setempat awalnya menolak izin masuk kelompok ini karena ketiadaan informasi jelas mengenai lama tinggal dan alamat tempat mereka akan menginap.
Masalah lain yang muncul adalah paspor warga Gaza tersebut tidak memiliki stempel keberangkatan dari bandara Israel, yang merupakan persyaratan standar dalam proses imigrasi. Meski menghadapi kendala tersebut, otoritas Afrika Selatan akhirnya mengizinkan mereka untuk turun dari pesawat.
Artikel Terkait
Empat Pekerja Tewas Terjatuh ke Tangki Air di Proyek Jagakarsa
Jenazah Tiga Prajurit Garuda Gugur di Lebanon Tiba Besok
Riset: Operasi Ketupat 2026 Berjalan Baik, Angka Kecelakaan Turun 30 Persen
Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Tanah Air Akhir Pekan Ini