Bulan Sabit Merah Libya mengonfirmasi partisipasi mereka dalam operasi penyelamatan skala besar menyusul tenggelamnya dua kapal pengangkut migran di perairan Libya. Kecelakaan laut ini mengakibatkan empat korban jiwa dari hampir 100 migran yang terlibat.
Menurut laporan resmi, keempat korban meninggal merupakan bagian dari 26 warga Bangladesh yang berada di salah satu kapal. Sementara itu, kapal kedua mengangkut 69 migran yang terdiri dari warga Mesir dan Sudan, termasuk delapan anak-anak. Seluruh penumpang kapal kedua berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.
Bulan Sabit Merah menerima pemberitahuan mengenai insiden ini pada Jumat malam. Kedua kapal dilaporkan berangkat dari pelabuhan Khoms, kota yang terletak 120 kilometer di sebelah timur Tripoli, sebelum akhirnya terbalik di Laut Mediterania.
Dokumentasi foto yang dirilis organisasi kemanusiaan tersebut memperlihatkan proses evakuasi korban, termasuk pemberian layanan medis, distribusi pakaian hangat, dan selimut bagi para penyintas. Terlihat juga empat kantong jenazah korban yang menjadi bukti tragis dari insiden ini.
Operasi penyelamatan dilakukan melalui koordinasi intensif antara Bulan Sabit Merah, petugas penjaga pantai, dan otoritas pelabuhan setempat. Libya terus menjadi titik transit utama bagi ribuan migran yang berupaya mencapai benua Eropa melalui jalur laut setiap tahunnya.
Badan migrasi internasional melaporkan insiden serupa terjadi awal pekan ini, dengan 42 orang dinyatakan hilang setelah kapal migran lainnya tenggelam di rute yang sama. Data terbaru menunjukkan lebih dari 1.700 individu dinyatakan tewas atau hilang sepanjang tahun ini di rute migrasi Mediterania dan perairan Afrika Barat.
Catatan historis proyek pencarian migran mengungkapkan fakta mencengangkan: sekitar 33.000 migran telah meninggal atau hilang di Laut Mediterania sejak tahun 2014, menggarisbawahi tingginya risiko perjalanan migrasi melalui jalur laut.
Artikel Terkait
Ibu Rumah Tangga Curi Uang Arisan dan Tabungan Umroh di Srengseng, Polisi Ringkus di Tangerang
Surplus Neraca Perdagangan Anjlok ke US$0,09 Miliar pada April 2026, BI Nilai Masih Topang Ketahanan Eksternal
Pegawai Bea Cukai Akui Bocorkan Data Impor ke Perusahaan Bongkar Muat
Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Sehari Setelah Tiga Pejabat Puncak Dicopot