Ledakan SMAN 72 Jakarta: Gubernur Ungkap Faktor Penyebab di Balik Aksi Siswa
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta didorong oleh pengaruh konten dari media sosial. Pernyataan ini disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kesaksian dari sejumlah siswa di sekolah tersebut.
Dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa motif aksi pelaku bukanlah akibat dari praktik perundungan atau bullying. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut diperoleh langsung dari keterangan para siswa.
Gubernur juga mengungkap latar belakang kondisi keluarga pelaku. Disebutkan bahwa siswa pelaku ledakan berasal dari keluarga yang kurang mendapatkan pendampingan intensif, dengan orang tua yang telah berpisah. Saat ini, pelaku tinggal bersama sang ayah yang bekerja sebagai koki dan memiliki jadwal yang padat.
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan telah diminta untuk menangani kasus ini secara komprehensif. Langkah yang diambil termasuk memberikan pendampingan psikologis bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) serta siswa-siswa lain yang terdampak kejadian ini.
Pramono Anung menekankan pentingnya pengawasan terhadap konten di media sosial agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh konten berbahaya yang dapat menginspirasi aksi negatif.
Artikel Terkait
Ledakan di Fasilitas PBB Lebanon Lukai Tiga Personel Indonesia
Pemerintah Fokuskan Optimalisasi SDM untuk Dukung Program Hasil Terbaik Cepat
Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka Akibat Ledakan di Lebanon Selatan
TRIS Siap Ekspansi Global, Manfaatkan Perjanjian Dagang dan Kinerja 2025 yang Solid