Kisah Zohran Mamdani: Kemenangan Mustahil di AS vs Realita Pemilu Indonesia
Sejarah tercipta di Amerika Serikat ketika Zohran Mamdani, seorang imigran Muslim muda, berhasil mencapai apa yang dianggap mustahil dalam politik.
Kemenangan Melawan Segala Rintangan
Mamdani berhasil menembus berbagai hambatan politik yang tampak tidak mungkin:
- Mengalahkan dinasti politik mapan
- Menantang presiden petahana
- Mendukung Palestina di kota dengan populasi Yahudi terbesar
- Dan akhirnya meraih kemenangan
Rahasia di Balik Kemenangan Mamdani
Kunci keberhasilannya terletak pada sistem demokrasi yang masih berfungsi dengan baik. Lembaga pemilu di AS masih bekerja dengan prinsip:
- Proses yang dapat dipercaya
- Kemampuan menerima kekalahan dengan sportif
- Kemenangan tanpa perlu konspirasi
Kontras dengan Realita Pemilu Indonesia
Sementara di AS suara rakyat benar-benar dihitung, di Indonesia proses penghitungan suara masih dipertanyakan. Di New York, yang mustahil menjadi mungkin karena sistem yang tegak, sedangkan di Indonesia justru keadilan dalam penghitungan suara yang menjadi hal mustahil.
Strategi Pemilu Indonesia yang Berbeda
Dalam pemilu Indonesia, kemenangan tidak hanya tentang visi dan program yang baik. Langkah pertama menuju kemenangan justru adalah menguasai lembaga pemilu. Realita getir menunjukkan bahwa pemenang pemilu bukan yang paling dicintai rakyat, melainkan yang paling dulu menguasai ruang server.
Pemilu Indonesia: Dari Suara ke Data
Penghitungan suara di Indonesia telah bergeser dari menghitung suara rakyat menjadi mengolah data. Dan seperti banyak hal di negeri ini, data dapat dinegosiasikan. Fenomena ini melahirkan guyonan internasional yang pahit: "Hasil pemilu Indonesia sudah bisa diumumkan sebelum pemilu terjadi."
Demokrasi vs Sulap Elektoral
Sementara Mamdani memenangkan hati rakyat di jantung kapitalisme dunia, di jantung demokrasi Asia justru sibuk mencari jalan pintas mengamankan kemenangan. Proses yang disebut rekap cepat justru terlalu cepat untuk diawasi dengan baik. Yang terjadi bukan keajaiban demokrasi, melainkan sulap elektoral.
Mampukah Indonesia Melahirkan Mamdani?
Pertanyaan mendasar: mungkinkah lahir figur seperti Mamdani di Indonesia? Jawabannya tegas: tidak mungkin sebelum KPU kembali menjadi lembaga independen, bukan alat kekuasaan. Selama suara rakyat dapat diatur dari ruang rapat dan hasil pemilu dapat disetting dari meja kekuasaan, maka yang mustahil di Indonesia adalah menang tanpa restu oligarki.
Penutup: Masa Depan Demokrasi Indonesia
Selama penghitungan suara masih tentang kepatuhan lembaga pemilu pada skenario tertentu, jangan berharap lahirnya Mamdani-Mamdani Indonesia. Yang akan terus lahir hanyalah pemenang yang sudah ditentukan sebelum rakyat memberikan suaranya. Perubahan sistemik mendesak diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan pada proses demokrasi di Indonesia.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sukabumi, Dirasakan di Piru
Menag Umar Sampaikan Ucapan dan Harapan Damai di Tahun Baru Imlek 2577
BEI Libur Dua Hari, Investor Disarankan Manfaatkan Waktu untuk Evaluasi Portofolio
Mobil Hangus Terbakar di Tol Surabaya-Gresik Diduga Akibat Korsleting