Budi Arie Ditolak Masuk Gerindra: Alasan, Kontroversi, dan Dampak Politiknya

- Senin, 10 November 2025 | 15:40 WIB
Budi Arie Ditolak Masuk Gerindra: Alasan, Kontroversi, dan Dampak Politiknya
Budi Arie Ditolak Masuk Gerindra: Alasan dan Reaksi Pengurus Daerah

Budi Arie Ditolak Masuk Gerindra: Alasan dan Reaksi Pengurus Daerah

Oleh: Zeng Wei Jian

Sejumlah pengurus Partai Gerindra dari berbagai daerah seperti Makassar, Tangerang Selatan, Tapanuli Selatan, Bengkalis, Batam, dan Pati secara serempak menolak rencana masuknya Budi Arie ke dalam partai. Jumlah dewan pengurus daerah yang menolak diprediksi akan terus bertambah.

Budi Arie dinilai sebagai figur oportunis dan dianggap memiliki rekam jejak yang dipertanyakan. Hal ini berpotensi mengakhiri karier politiknya yang sebelumnya dikenal sebagai aktivis.

Beberapa kontroversi turut mewarnai penolakan terhadap Budi Arie, termasuk stigma negatif terkait isu judi online. Selain itu, pernyataannya mengenai asal-usul istilah "Projo" dari bahasa Sanskerta juga menuai kritik. Budi Arie menolak jika "Projo" diartikan sebagai "Pro Jokowi", meskipun penjelasannya dianggap tidak sesuai oleh banyak pihak.

Rencana Budi Arie mengubah logo Projo dari siluet Jokowi menjadi semut hitam (Formicidae) juga memicu reaksi publik. Banyak yang menganggap langkah ini kontroversial dan tidak populer di kalangan pendukung setia.

Dari sudut pandang linguistik, kata "Projo" lebih tepat diartikan sebagai akronim dari "Pro-Jokowi", yang berarti pendukung Jokowi. Sementara itu, kata "Muni" justru memiliki akar bahasa Sanskerta yang berarti pertapa atau hermit.

Hanya sedikit yang membela Budi Arie, salah satunya adalah Wibowo Arief atau Jemex, seorang budayawan yang juga teman lamanya. Jemex berpendapat bahwa Gerindra justru akan diuntungkan dengan kehadiran Budi Arie karena struktur relawannya yang luas di berbagai daerah.

Namun, pandangan ini dibantah dengan argumen bahwa struktur relawan tersebut dianggap sebagai "gerbong kosong" tanpa dukungan anggota yang solid. Pendukung setia Jokowi diprediksi akan beralih ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sehingga kehadiran Budi Arie justru berisiko membuat Gerindra mendapat cemoohan publik.

Penolakan dari pengurus Gerindra di berbagai daerah dinilai sebagai respons wajar terhadap isu yang dapat memengaruhi citra partai. Meski kontroversial, langkah Budi Arie tetap menjadi perbincangan hangat di dunia politik.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar