Rencana Budi Arie mengubah logo Projo dari siluet Jokowi menjadi semut hitam (Formicidae) juga memicu reaksi publik. Banyak yang menganggap langkah ini kontroversial dan tidak populer di kalangan pendukung setia.
Dari sudut pandang linguistik, kata "Projo" lebih tepat diartikan sebagai akronim dari "Pro-Jokowi", yang berarti pendukung Jokowi. Sementara itu, kata "Muni" justru memiliki akar bahasa Sanskerta yang berarti pertapa atau hermit.
Hanya sedikit yang membela Budi Arie, salah satunya adalah Wibowo Arief atau Jemex, seorang budayawan yang juga teman lamanya. Jemex berpendapat bahwa Gerindra justru akan diuntungkan dengan kehadiran Budi Arie karena struktur relawannya yang luas di berbagai daerah.
Namun, pandangan ini dibantah dengan argumen bahwa struktur relawan tersebut dianggap sebagai "gerbong kosong" tanpa dukungan anggota yang solid. Pendukung setia Jokowi diprediksi akan beralih ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sehingga kehadiran Budi Arie justru berisiko membuat Gerindra mendapat cemoohan publik.
Penolakan dari pengurus Gerindra di berbagai daerah dinilai sebagai respons wajar terhadap isu yang dapat memengaruhi citra partai. Meski kontroversial, langkah Budi Arie tetap menjadi perbincangan hangat di dunia politik.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS