Prasetyo Hadi menekankan kekhawatiran Presiden Prabowo mengenai dampak psikologis jangka panjang dari game kekerasan. Ia mencontohkan game seperti PUBG, yang di dalamnya terdapat pengenalan berbagai jenis senjata.
"Lebih berbahaya lagi ini kan secara psikologis, terbiasa melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja," jelasnya.
Kekhawatiran ini juga mencakup normalisasi tindakan perundungan atau bullying jika anak-anak terbiasa dengan konten kekerasan dalam game.
Solusi Proaktif: Aktifkan Kembali Kegiatan Sosial
Selain pembatasan game online, Presiden Prabowo juga menginstruksikan langkah proaktif dengan menghidupkan kembali kegiatan sosial dan kepemudaan. Dua program yang ditekankan adalah:
- Karang Taruna di tingkat kampung harus diaktifkan kembali.
- Pramuka di lingkungan sekolah juga harus lebih aktif.
Peran Guru dan Tenaga Pendidik
Instruksi presiden juga mencakup peran guru dan tenaga pendidik. Mereka diminta untuk lebih waspada dan peka terhadap kondisi serta perilaku siswa di lingkungan sekolah.
"Kalau di lingkungan sekolah bagaimana juga para guru dan tenaga pendidik harus lebih aware atau perhatian manakala ada sesuatu yang dirasa mencurigakan," tukas Prasetyo Hadi.
Artikel Terkait
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun
Presiden Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI di Munas ke-16