Kegiatan ini menggunakan prinsip ramah lingkungan, termasuk pupuk organik, serta memilih komoditas dengan masa tanam singkat dan nilai gizi tinggi. Selain mendapatkan keterampilan, warga binaan juga belajar disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab.
Menurut salah satu warga binaan, Supriyanto (45), program seperti ini sangat berarti sebagai bekal hidup setelah bebas. Program di Lapas Ambarawa menjadi bukti bahwa pembinaan melalui praktik nyata dapat membawa dampak positif bagi warga binaan dan masyarakat.
Dengan menanam, memelihara, dan berbagi, Lapas Kelas II A Ambarawa menciptakan ladang kemandirian yang penuh harapan, sekaligus mendukung reintegrasi warga binaan ke masyarakat.
Artikel Terkait
Bank Dunia: Ekspor Komoditas dan Subsidi BBM Jadi Bantalan Ekonomi Indonesia
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta
Tabrakan Beruntun di Jalur Purworejo-Magelang Tewaskan Satu Orang
Presiden Prabowo Buka Munas IPSI, Dukung Pencak Silat Menuju Olimpiade