Saham BULL Melonjak 150%, Direktur No Comment Soal Rumor Akuisisi Sinarmas

- Senin, 29 Desember 2025 | 10:00 WIB
Saham BULL Melonjak 150%, Direktur No Comment Soal Rumor Akuisisi Sinarmas

Harga saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) terus meroket, melesat hingga 150 persen dalam tiga bulan belakangan. Pemicunya? Rumor kuat tentang rencana akuisisi oleh konglomerasi Sinarmas Group. Meski gorengan isu ini panas di pasar, pihak perusahaan sendiri memilih bersikap sangat hati-hati.

Direktur BULL, Wong Kevin, enggan berkomentar spesifik. Dalam Paparan Publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Minggu (28/12/2025), sikapnya jelas.

"Kalau soal rumor itu, kita mungkin tidak ada komentar apapun sebelum ada sesuatu yang final. Jadi, totally no comment," ujar Kevin.

Namun begitu, ia terlihat optimis dengan masa depan perusahaan. Menurutnya, kinerja BULL akan terus meningkat, bahkan menuju transformasi yang lebih besar. Perusahaan, katanya, terbuka terhadap berbagai aksi korporasi mulai dari mencari pinjaman baru hingga mendatangkan investor strategis.

"Peluang kami sangat menarik," sambung Kevin dengan keyakinan. "Kami yakin bisa mengeksekusi rencana keseluruhan yang sudah disiapkan."

Di sisi lain, BULL sendiri sedang fokus mengembangkan empat pilar bisnis utamanya. Mereka menggarap transportasi minyak mentah dan produk turunannya, lalu transportasi LNG. Dua pilar lainnya adalah bisnis unit regasifikasi LNG terapung (FSRU) serta fasilitas produksi dan penyimpanan lepas pantai (FPSO/FSO). Strategi ini yang mereka andalkan untuk mendongkrak kinerja.

Belum lama ini, armada mereka bertambah dengan kedatangan kapal tanker LNG anyar, MT Gas Garuda. Kapal raksasa berkapasitas 145.914 meter kubik dan panjang hampir 286 meter itu ditargetkan mulai menyumbang pendapatan pada 2026. Ia siap melayani rute domestik maupun internasional.

Lantas, bagaimana sebenarnya hubungan dengan Sinarmas Group? Corporate Secretary BULL, Krisnanto Tedjaprawira, mengakui ada sejarah baik di antara keduanya. Dukungan dari PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) telah mengalir sejak 2018.

"Hubungan kami dengan Grup Sinarmas melalui Bank Sinarmas sudah lama dan baik," jelas Krisnanto. "Tidak menutup kemungkinan kolaborasi akan lebih erat lagi ke depannya."

Jadi, meski rumor akuisisi dibiarkan menggantung, sinyal keterbukaan untuk kerja sama lebih dalam justru jelas terdengar. Pasar tampaknya membaca kedua hal ini sekaligus.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar