Menteri Pratikno: Jangan Kucilkan Penderita TBC, Berikan Perlindungan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya masyarakat untuk tidak mengucilkan para penderita tuberkulosis (TBC). Menurutnya, penderita TBC justru memerlukan dukungan dan perlindungan penuh.
Pratikno menyoroti praktik stigma negatif yang masih terjadi, seperti pengucilan di sekolah maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) di tempat kerja. "Jangan sampai itu terjadi. Kita harus memberikan perlindungan kepada penderita," tegasnya dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Minggu (9/11).
Indonesia Urutan Kedua Penderita TBC Terbanyak di Dunia
Pratikno mengungkapkan fakta memprihatinkan dimana Indonesia saat ini menempati posisi kedua sebagai negara dengan pengidap TBC terbanyak di dunia, setelah India. Berbagai langkah percepatan penanganan pun terus diupayakan.
Strategi Pemerintah Atasi TBC: TOS TBC dan TP2TB
Pemerintah menggalakkan strategi Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOS TBC) serta memperluas fasilitas pengobatan hingga ke tingkat puskesmas. Pratikno juga meminta seluruh kepala daerah untuk mengaktifkan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) di setiap provinsi dan kabupaten/kota, sesuai dengan Peraturan Presiden.
"Pemerintah juga sudah menggerakkan desa siaga TB. Ini sampai di level desa," ungkapnya, menekankan pentingnya penanganan hingga ke tingkat akar rumput.
Kematian Akibat TBC Lebih Tinggi Dari COVID-19
Meningkatnya jumlah penderita TBC di Indonesia disebutkan Pratikno terjadi sejak masa pandemi COVID-19. Dia mengingatkan bahwa TBC adalah penyakit menular dengan angka kematian yang sangat tinggi. "Angka kematiannya lebih tinggi dari COVID. Ini sesuatu yang harus kita tangani bersama-sama," jelas Pratikno menegaskan urgensi penanganan penyakit ini.
Artikel Terkait
KUHP dan KUHAP Baru Perkuat Perlindungan Hukum bagi Korban Perempuan dan Anak
Pedagang Es Cincau Keliling Tewas Diduga Akibat Kelelahan di Bekasi
Taman Cinta Takalar Jadi Destinasi Romantis Gratis Jelang Valentine
Tanah Longsor di Wonosobo Tewaskan Satu Warga, Angin Kencang Rusak Delapan Rumah