Polemik Whoosh: Membedah Isu Shadow Government dan Kekuasaan di Indonesia
Polemik Whoosh tidak hanya berkutat pada isu mark-up harga, potensi korupsi, lonjakan utang, atau ketergantungan pada China. Analisis yang lebih dalam mengarah pada sebuah fenomena politik yang dikenal sebagai state behind the state atau pemerintahan bayangan.
Isu ini mempertanyakan struktur kekuasaan yang sebenarnya di Indonesia. Narasi yang berkembang menyebut bahwa pemerintahan formal tidak sepenuhnya dipegang oleh satu aktor tunggal. Kekuasaan riil diduga justru berada di tangan kekuatan lain, yaitu Jokowi dan para kroninya. Mantan pemegang kekuasaan dianggap masih memiliki pengaruh signifikan, bahkan mampu mendikte keputusan negara meskipun secara formal tampak telah berganti kepemimpinan.
Pertanyaan kritis pun muncul: jika kekuasaan mantan presiden masih setara atau bahkan melampaui presiden petahana, lalu apa fungsi sebenarnya dari jabatan presiden? Apakah ia hanya menjadi simbol yang dikendalikan oleh kekuatan di belakang layar?
Artikel Terkait
Pemerintah Batasi Program Makan Bergizi Gratis Hanya untuk Hari Sekolah
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi