Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan Sukma Radipta, mengonfirmasi antrean panjang kendaraan yang mengisi BBM jenis solar terjadi di berbagai titik jalan utama Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kejadian antrean solar ini dilaporkan menyebabkan kemacetan parah dan mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat pengguna jalan.
Menurut Finan, masalah antrean BBM solar ini tidak dapat diselesaikan oleh kepolisian sendirian. Diperlukan koordinasi dan tindak lanjut lintas instansi yang melibatkan pemerintah, Pertamina, dan pihak SPBU terkait untuk memastikan ketersediaan serta distribusi stok solar di lapangan berjalan lancar.
“Permasalahan antrean solar ini memerlukan tindak lanjut dari pemerintah terkait stok, serta dari Pertamina dan SPBU. Antrean kendaraan solar sudah jelas mengganggu arus lalu lintas dan masyarakat yang melintas,” ujarnya pada Sabtu (9/11/2025).
Finan menegaskan bahwa jajaran Satlantas dan Polsek hanya dapat melakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan semakin parah. Polisi tidak dapat menyalahkan pengemudi yang mengantre karena mereka memiliki hak untuk mendapatkan BBM dan didorong oleh faktor ekonomi.
“Kami hanya membantu agar tidak terjadi kemacetan lebih parah. Tidak bisa menyalahkan pengendara karena mereka juga membutuhkan solar. Yang perlu dipertanyakan adalah ketersediaan stok di SPBU. Pihak ESDM dan Patra Niaga harus berkolaborasi antarinstansi, tidak hanya mengandalkan polisi,” tegasnya.
Selain itu, pihak kepolisian telah berulang kali memberikan imbauan kepada pengawas SPBU agar mengatur sistem antrean secara tertib. Kasat Lantas meminta pengelola SPBU untuk tidak membuat dua lajur antrean yang memakan badan jalan, karena hal tersebut memperburuk kemacetan di sekitar lokasi.
“Kami sudah sering memberikan saran kepada pengawas SPBU untuk memperhatikan situasi sekitar. Jika antrean sudah mengganggu, sebaiknya tidak membuat dua lajur, cukup satu lajur saja. Imbauan ini telah disampaikan berulang kali,” tambahnya.
Beberapa titik yang paling parah terdampak antrean solar antara lain SPBU di MP Mangkunegara, kawasan Simpang BLK, Jalan Abdul Rozak, serta Simpang Bandara SMB II Palembang. Kondisi serupa disebut telah berulang terjadi dalam beberapa bulan terakhir dan memerlukan perhatian serius dari instansi terkait.
“Kemacetan yang sangat fatal dan mengganggu terutama terjadi di Simpang Bandara SMB II Palembang,” kata dia.
Artikel Terkait
Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD Kenang Peran Kunci dalam Reformasi Konstitusi 1998
Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia untuk Pertama Kali, Kalah Dramatis dari Iran Lewat Adu Penalti
Timnas Futsal Indonesia Tumbang dari Iran di Final AFC Asian Cup Lewat Drama Adu Penalti
Panglima TNI Rotasi 99 Perwira, Mayjen Benyamin Ditunjuk Jadi Jampidmil