Warisan Pembangunan Soeharto: Dampak Nyata bagi Indonesia Masa Kini
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Rizky Agung, menyatakan bahwa warisan pembangunan dari Presiden ke-2 Soeharto masih memberikan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia hingga saat ini.
Fondasi Pembangunan Nasional Era Soeharto
Menurut Rizky, berbagai program dan proyek pembangunan nasional yang digagas Soeharto pada masa pemerintahannya menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional di era modern. Program-program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan produksi pangan, serta pemerataan akses pendidikan.
"Kami tidak dapat menutup mata terhadap hasil kerja nyata masa pemerintahan Pak Harto. Banyak jalan, jembatan, waduk, hingga fasilitas pendidikan yang dibangun pada masa beliau masih digunakan dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sampai sekarang," ujar Rizky Agung dalam keterangan persnya, Sabtu (8/11).
Inspirasi bagi Generasi Muda dan Pemimpin Masa Depan
Rizky menilai semangat pembangunan dan komitmen terhadap stabilitas nasional yang diwariskan oleh Soeharto seharusnya menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya bagi para pemimpin masa depan bangsa.
"Pak Harto adalah sosok pemimpin yang menjadikan pembangunan dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama. Kita boleh berbeda pendapat dalam menilai kebijakan politiknya, tetapi kontribusinya terhadap kemajuan bangsa adalah fakta sejarah yang tidak bisa dihapus," tambahnya.
Dukungan Gelar Pahlawan Nasional untuk Semua Mantan Presiden
Selain itu, Rizky juga mendorong agar seluruh mantan Presiden Republik Indonesia diberikan gelar Pahlawan Nasional, mengingat jabatan kepala negara merupakan bentuk pengabdian tertinggi kepada bangsa dan negara.
"Presiden Soekarno telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Sudah sepatutnya Presiden Soeharto juga mendapatkan penghargaan serupa, mengingat jasanya yang besar dalam bidang pembangunan, hukum, dan pengabdian terhadap Indonesia," jelasnya.
Peran Soeharto dalam Menjaga Ideologi Pancasila
Lebih lanjut, Rizky menegaskan pentingnya generasi muda untuk tetap mengenang peran besar Soeharto dalam menjaga keutuhan bangsa dan mempertahankan ideologi Pancasila dari ancaman komunisme.
"Berkat kepemimpinan Soeharto, Indonesia mampu keluar dari ancaman ideologi komunis dan menjaga Pancasila sebagai dasar negara. Ini adalah bagian penting dari sejarah yang tidak boleh dilupakan," katanya.
Pesan Gus Dur tentang Penilaian Objektif Sejarah
Dalam konteks pandangan sejarah, Rizky juga mengutip pesan bijak Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang pernah mengatakan bahwa 'Soekarno tidak sebaik itu, dan Soeharto tidak sejahat itu'.
Menurut Rizky, kutipan tersebut menggambarkan perlunya sikap objektif dalam menilai sejarah bangsa.
"Pernyataan Gus Dur mengajarkan kita untuk bersikap adil dalam menilai para pemimpin. Tidak ada sosok yang sempurna, tetapi setiap pemimpin memiliki jasa dan dedikasi yang pantas dihargai," ujarnya.
Ajakan untuk Akademisi dan Sejarawan
Rizky juga mengajak para akademisi dan sejarawan agar lebih terbuka dalam menelusuri dan menyampaikan fakta sejarah, termasuk terkait peristiwa pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap NKRI.
"Perjuangan Soeharto dalam menumpas komunisme adalah bentuk nyata pembelaan terhadap ideologi bangsa. Semangat itu harus menjadi pelajaran penting bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD Kenang Peran Kunci dalam Reformasi Konstitusi 1998
Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia untuk Pertama Kali, Kalah Dramatis dari Iran Lewat Adu Penalti
Timnas Futsal Indonesia Tumbang dari Iran di Final AFC Asian Cup Lewat Drama Adu Penalti
Panglima TNI Rotasi 99 Perwira, Mayjen Benyamin Ditunjuk Jadi Jampidmil