Aktivis Muhammadiyah Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Ini Alasan Lengkapnya
Farid Idris, aktivis Muhammadiyah Jakarta, secara tegas mendukung pengangkatan Presiden kedua RI Jenderal Besar H.M. Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, kontribusi Soeharto dalam pembangunan Indonesia sangat nyata dan patut diakui meski terdapat berbagai kontroversi selama masa pemerintahannya.
Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur di Era Soeharto
Farid menekankan bahwa kepemimpinan Soeharto ditandai dengan stabilitas nasional yang mendorong kemajuan pembangunan. Program-program seperti Repelita, Inpres Sekolah Dasar, Keluarga Berencana, dan Swasembada Pangan menjadi bukti keberhasilan Orde Baru dalam membangun fondasi ekonomi Indonesia.
"Soeharto berhasil mengubah Indonesia dari negara agraris miskin menjadi negara yang mandiri dalam pangan. Pembangunan jalan, jembatan, sekolah, dan rumah sakit di seluruh pelosok negeri adalah fakta sejarah yang tidak terbantahkan," tegas Farid di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Peran Internasional dan Diplomasi Soeharto
Di kancah global, Soeharto dikenal dengan kebijakan luar negeri bebas aktif yang realistis. Indonesia di era Soeharto menjadi anggota penting Gerakan Non-Blok dan aktif dalam diplomasi dunia Islam, termasuk mendukung kemerdekaan Bosnia-Herzegovina dan konsisten menyuarakan dukungan untuk Palestina.
Hubungan dengan Organisasi Keagamaan
Sebagai aktivis Muhammadiyah, Farid menilai Soeharto memiliki hubungan yang baik dengan organisasi keagamaan. Soeharto dianggap menghargai peran ulama dan tokoh agama dalam pembangunan moral bangsa, serta mendorong perkembangan bank syariah, lembaga zakat, dan pendidikan Islam modern.
Refleksi Hari Pahlawan dan Penghargaan Sejarah
Farid menegaskan bahwa momentum Hari Pahlawan 10 November seharusnya menjadi refleksi objektif tentang jasa-jasa Soeharto bagi Indonesia. Menurutnya, sejarah tidak bisa dihapus hanya karena perubahan rezim, dan pengabdian Soeharto layak dihargai melalui gelar Pahlawan Nasional.
"Soeharto telah memberi pondasi kokoh bagi Indonesia modern. Menjadikannya Pahlawan Nasional adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangannya membangun negeri," pungkas Farid.
Artikel Terkait
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok
MUI: Penggunaan APBN untuk Hewan Kurban Presiden Tidak Melanggar Syariat Islam