Lonjakan Kasus DBD 2024 Tembus 1 Juta, BPJS Keluarkan Klaim Rp 2,9 Triliun

- Jumat, 07 November 2025 | 05:50 WIB
Lonjakan Kasus DBD 2024 Tembus 1 Juta, BPJS Keluarkan Klaim Rp 2,9 Triliun
Kasus Dengue Melonjak di 2024: BPJS Catat 1 Juta Kasus & Klaim Rp 2,9 Triliun

Waspada Demam Berdarah! Kasus Dengue di Indonesia Tembus 1 Juta pada 2024

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melaporkan lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang sangat signifikan sepanjang tahun 2024. Total kasus yang tercatat mencapai 1.068.881.

Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian besar pasien, yaitu 98,7 persen atau setara dengan 1.055.255 orang, memerlukan perawatan inap di rumah sakit. Lonjakan kasus ini langsung berdampak pada pembiayaan klaim kesehatan yang harus ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Beban Biaya Klaim BPJS Kesehatan untuk DBD Membengkak

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati, menyoroti besarnya beban pembiayaan untuk penanganan DBD. Klaim biaya perawatan akibat dengue mengalami kenaikan yang drastis, dari sekitar Rp 1,5 triliun pada tahun 2023 menjadi hampir dua kali lipat, yaitu Rp 2,9 triliun pada 2024.

Hal ini menunjukkan betapa besarnya beban penyakit DBD terhadap sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan keuangan negara. Sebagian besar biaya ini berasal dari kasus rawat inap yang sebenarnya dapat dicegah dengan langkah antisipasi yang tepat.

Pentingnya Perbaikan Sistem Pelaporan dan Deteksi Dini DBD

Lily Kresnowati juga mengungkapkan keprihatinannya mengenai data klaim BPJS yang menunjukkan angka kasus empat kali lebih tinggi dari laporan nasional. "Ini adalah tanda bahwa kita harus memperbaiki sistem pelaporan dan deteksi dini," ujarnya.

Dia menekankan perlunya pergeseran paradigma dari sistem kesehatan yang reaktif menjadi sistem yang antisipatif. Sistem ini harus didukung oleh data terpadu, kebijakan berbasis bukti, dan kolaborasi yang kuat lintas sektor. "Pencegahan dan edukasi masyarakat jauh lebih efisien daripada biaya kuratif yang terus membengkak," tegas Lily.

Strategi Kemenkes: Menuju Nol Kematian Akibat Dengue 2030

Menanggapi peningkatan kasus ini, Kementerian Kesehatan RI berkomitmen untuk mencapai target Nol Kematian Akibat Dengue pada tahun 2030. Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyatakan bahwa Kemenkes sedang mengembangkan Strategi Nasional (STRANAS) Penanggulangan Dengue terbaru.

Strategi baru ini akan fokus pada:

  • Penguatan kapasitas deteksi dini dan respons cepat.
  • Peningkatan manajemen Kejadian Luar Biasa (KLB).
  • Pemanfaatan pendekatan inovatif seperti vaksinasi dengue dan teknologi wolbachia.

Dante juga menyadari bahwa beban sebenarnya penyakit dengue di masyarakat kemungkinan lebih besar dari yang tercatat. Oleh karena itu, penguatan sistem surveilans yang terpadu dan real-time menjadi bagian kunci dari strategi ke depan.

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan

Keberhasilan strategi penanggulangan DBD di Indonesia diyakini terletak pada sinergi yang kuat antara pemerintah, DPR, MPR, akademisi, organisasi masyarakat, dan sektor swasta. Dengan kolaborasi ini, diharapkan penanganan dengue dapat lebih komprehensif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesehatan masyarakat.

"Kementerian Kesehatan selalu terbuka terhadap kolaborasi dan masukan konstruktif. Bersama, mari kita percepat langkah menuju Indonesia bebas kematian akibat dengue," pungkas Dante Saksono Harbuwono.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar