Hari Purwanto Apresiasi Sikap Prabowo Soal Whoosh, Tapi Ingatkan Bahaya Beban APBN
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang siap bertanggung jawab penuh atas polemik kereta cepat Whoosh adalah langkah yang tepat. Menurutnya, sikap ini sesuai dengan kapasitas Prabowo sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.
"Kapasitas dan tanggung jawab Prabowo Subianto soal polemik Whoosh tentunya sudah sesuai kapasitas sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan," tegas Hari Purwanto dalam pernyataannya, Kamis (6/11/2025).
Proyek Whoosh Bukan Hanya Bisnis Semata
Hari Purwanto menjelaskan bahwa proyek Kereta Cepat Whoosh melibatkan hubungan antar pemerintah (G2G) dan pemerintah dengan bisnis (G2B). Oleh karena itu, peran kepala negara dari kedua belah pihak, Indonesia dan China, menjadi sangat krusial.
"Siapapun kepala negaranya, secara diplomatik akan mengambil tanggung jawab karena proyek berdiri antar dua negara," ujarnya.
Peringatan Keras: Jangan Jadikan Whoosh Beban APBN
Meski mengapresiasi sikap tanggung jawab Prabowo, Hari Purwanto memberikan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa utang proyek Whoosh tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada negara melalui APBN.
"Akan tetapi kasus Whoosh jangan menjadi beban APBN saat ini," tandasnya. Ia menggarisbawahi bahwa sumber APBN berasal dari pajak rakyat, sehingga penggunaannya harus sangat hati-hati.
Masalah Fundamental Proyek Whoosh Perlu Diungkap
Hari Purwanto mempertanyakan pergeseran model proyek Whoosh dari business to business (B2B) menjadi business to government (B2G). Ia mendesak agar akar permasalahan dan pihak yang bertanggung jawab atas pergeseran ini diungkap ke publik.
"Proyek Whoosh sudah menjadi rahasia umum dimulai sejak era Jokowi berkuasa, lalu bermasalah dan menjadi polemik saat ini," jelasnya. Ia menekankan pentingnya memastikan proyek ini bebas dari cacat hukum dan administrasi.
APBN Masih Menanggung Beban Lain
Hari Purwanto mengingatkan bahwa APBN masih memiliki banyak tanggungan lain, termasuk pembiayaan program MBG (Makan Bergizi Berimbang) yang menjadi andalan pemerintahan Prabowo. Oleh karena itu, solusi untuk Whoosh harus mempertimbangkan beban fiskal negara secara keseluruhan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan akan menanggung jawab sepenuhnya persoalan Whoosh. Pernyataan ini disampaikan usai peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada Selasa, 4 November 2025.
"Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya. Indonesia bukan negara sembarangan, saya hitung enggak ada masalah," kata Prabowo saat itu. Presiden juga meminta PT KAI tidak khawatir mengenai pembayaran utang Whoosh.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia untuk Pertama Kali Usai Kalahkan Jepang
DPR Gelar Fit and Proper Test untuk Calon Anggota Pengganti BP LPS
Abdul Hayat Gani Pimpin Perindo Sulsel, Komitmen Tinggalkan Kepemimpinan Transaksional
Polda Kalbar Musnahkan 12 Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Narkoba