Kebakaran Rumah Hakim PN Medan Khamozaro Waruwu, Tangani Perkara Korupsi Besar

- Kamis, 06 November 2025 | 08:00 WIB
Kebakaran Rumah Hakim PN Medan Khamozaro Waruwu, Tangani Perkara Korupsi Besar
Kebakaran Rumah Hakim PN Medan: Presiden Prabowo Diminta Beri Atensi

Kebakaran Rumah Hakim PN Medan, Presiden Prabowo Diminta Beri Atensi

Polisi didesak untuk segera mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan kediaman Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu. Insiden ini terjadi di Komplek Taman Harapan Indah, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, pada Selasa pagi, 4 November 2025.

Desakan untuk Pengusutan Tuntas

Ketua Kalibrasi Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia (HAM), Antony Sinaga, menegaskan pentingnya penyelidikan yang komprehensif. "Kami meminta pihak kepolisian segera mengusut penyebabnya secara menyeluruh," ujarnya, seperti dikutip dari RMOLSumut, Kamis (6/11/2025).

Antony menambahkan bahwa laporan telah disampaikan ke Polsek Sunggal. Ia juga meminta perhatian langsung dari Presiden Prabowo, Kapolri, Kapolda Sumut, dan Kapolrestabes untuk segera memeriksa kejadian ini.

Kronologi Kebakaran dan Kerugian

Hakim Khamozaro Waruwu mengungkapkan, kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. Ia baru mengetahui kabar tersebut saat sedang memimpin persidangan di PN Medan.

Api diketahui membakar kamar utama dan sebagian area dapur rumah. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Profil Hakim dan Perkara Penting yang Ditangani

Peristiwa ini menarik perhatian publik mengingat posisi Khamozaro Waruwu sebagai hakim yang sedang menangani sejumlah perkara penting. Ia merupakan Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan kasus korupsi pembangunan jalan yang melibatkan bekas Kepala Dinas PUPR Pemprov Sumut, Topan Ginting.

Selain itu, Hakim Khamozaro juga memimpin persidangan untuk Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Grup, Akhirun Piliang alias Kirun, beserta anaknya, Rayhan Dulasmi dari PT Rona Mora.

Insiden kebakaran rumah hakim yang menangani perkara korupsi besar ini menimbulkan pertanyaan dan desakan agar polisi bekerja cepat mengungkap motif dan penyebab pastinya.

Komentar