Fenomena Fanatisme Buta Netizen Terhadap Pejabat Publik
Fenomena fanatisme buta terhadap pejabat publik ternyata tidak hanya terjadi pada level nasional. Bahkan di tingkat gubernur daerah seperti Riau, muncul pembelaan membabi-buta dari para pendukung meski ada kasus hukum yang melibatkan.
Pola Pembelaan Netizen Terhadap Pejabat
Ketika terjadi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pejabat, seringkali muncul reaksi denial dari para pendukungnya. Mereka sibuk membantah dengan berbagai alasan, mulai dari tuduhan tebang pilih hingga teori konspirasi bahwa pejabat tersebut dijebak karena berani mengkritik pemerintah pusat.
Pertanyaan Reflektif untuk Netizen
Bagi netizen yang membela pejabat secara membabi-buta, penting untuk bertanya pada diri sendiri:
- Apa yang didapat dari pembelaan berlebihan ini? Apakah ada keuntungan materi?
- Apa hubungan personal dengan pejabat tersebut? Apakah keluarga, teman, atau tetangga?
- Apakah pernah mendapatkan fasilitas atau pengakuan langsung dari pejabat tersebut?
Jika jawaban untuk semua pertanyaan di atas adalah tidak, maka perlu dipertanyakan motif pembelaan yang dilakukan.
Artikel Terkait
KPK Beberkan Modus Bupati Tulungagung Paksa 16 Dinas Setor Rp2,7 Miliar untuk Keperluan Pribadi
Bupati Bone Pastikan 10 Sumur Bor dari Pusat Segera Diresmikan
BMKG Prakirakan Cuaca Bervariasi, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah di Sulsel
Damkar Mamuju Evakuasi Piton 6 Meter yang Memangsa Kambing Warga