Direktur LDS, Dedy Indra Prayoga, menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menyelenggarakan pendidikan politik substantif dan berkelanjutan. Tujuannya adalah mendorong diskusi kritis tentang ide-ide politik, negara, dan demokrasi, yang selama ini sering terbatas pada aspek prosedural tanpa menyentuh dimensi etik dan filosofis.
Kunjungan Lembaga dan Modul Pendidikan Politik Nasional
Selain pembelajaran teori, peserta akan melakukan kunjungan kelembagaan bulanan ke berbagai institusi seperti Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, universitas, partai politik, KPU, dan Bawaslu. Kegiatan ini dirancang untuk memperluas perspektif dan membangun kolaborasi lintas sektor.
Peluncuran Modul Pendidikan Politik menjadi elemen kunci program ini. Modul ini disusun untuk menjadi panduan pembelajaran yang dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia, dengan harapan dapat menjadi rujukan nasional untuk pendidikan politik yang kontekstual.
Dengan inisiatif ini, LDS beraspirasi melahirkan generasi muda yang memandang politik sebagai ruang perjuangan gagasan untuk kebaikan bersama, bukan sekadar arena perebutan kekuasaan.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Cuaca Ekstrem di Awal Masuk Sekolah
Komisi III DPR Kritik Penanganan Kasus Korupsi Videografer Rp30 Juta
Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Mengingatkan Tradisi Penyamaran Soekarno
Kepatuhan LHKPN DPR Terendah, Hanya 55,14% yang Lapor