Kopdar Asatidz Aswaja Nusantara 2025: 100 Ulama Berkumpul di Bojonegoro, Kisah Haru Solidaritas hingga Umrahkan Pak RT

- Selasa, 04 November 2025 | 11:00 WIB
Kopdar Asatidz Aswaja Nusantara 2025: 100 Ulama Berkumpul di Bojonegoro, Kisah Haru Solidaritas hingga Umrahkan Pak RT
Kopdar Asatidz Aswaja Nusantara 2025: Kisah Haru dan Solidaritas Ulama di Bojonegoro

Kopdar Asatidz Aswaja Nusantara 2025: Kisah Haru dan Solidaritas Ulama di Bojonegoro

KOPDAR ASATIDZ ASWAJA NUSANTARA sukses digelar di Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Bojonegoro, pada Ahad, 2 November 2025. Acara ini menjadi bukti nyata solidaritas dan kekompakan para ulama Aswaja.

Solidaritas Tinggi 100 Ulama Tanpa Pamrih

Ustadz Najih Ibn Abdil Hameed mengungkapkan kekagumannya. Sekitar seratus kyai, gus, lora, habib, dan asatidz dengan sukarela hadir meski tanpa undangan khusus. Mereka rela mengosongkan jadwal ceramah masing-masing tanpa mengharapkan ganti transportasi apalagi bisyaroh.

“Wahhh, seratus kyai seandainya bisyaroh sejutaan saja, sudah 100 juta, ampuun belum sanggup saya. Padahal biaya perjalanan beliau menuju tempat acara ada yang lebih dari itu, lintas provinsi,” tulis Ustadz Najih.

Dukungan Spontan dari Para Tokoh

Sehari sebelum acara, Kyai Muslih Adnan memberikan support dana puluhan juta untuk konsumsi acara, meski berhalangan hadir. Dukungan serupa juga datang dari Kyai Heri dan Kyai Rodhin.

Inisiator acara, Pak Alam Urip Sentosa, menunjukkan dedikasi tinggi dengan rela wira-wiri menggunakan motor ke rumah para kyai dan menelpon untuk memastikan kehadiran mereka.

Kebahagiaan yang Berbuah Amal

Acara yang menjadi trending topic di Facebook ini membawa kebahagiaan bagi semua pihak. Kebahagiaan itu berlanjut dengan keputusan para kyai untuk iuran memberangkatkan umrah Pak RT Alamuddin.

Kyai Musleh Adnan yang dikenal menggratiskan biaya makan ribuan santrinya kembali memberikan support dana besar untuk biaya umrah. Ustadz Salim A Fillah dan para kyai lainnya juga turut menyumbang.

Harta di Tangan Orang Shalih

Peristiwa ini membuktikan bahwa sebaik-baik harta berada di tangan orang-orang baik. Inilah salah satu alasan mengapa para kyai lebih pantas menjadi kaya raya, karena di tangan orang shalih, harta akan digunakan untuk kebaikan dan menjadi jalan kebaikan bagi ummat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar