Borneo Intra-Regional Dialogue 2025: Sinergi Kuat Wujudkan Kalbar sebagai Pusat Ekonomi Hijau

- Minggu, 02 November 2025 | 20:36 WIB
Borneo Intra-Regional Dialogue 2025: Sinergi Kuat Wujudkan Kalbar sebagai Pusat Ekonomi Hijau

Borneo Intra-Regional Dialogue 2025: Kalbar Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Pontianak - Seminar Borneo Intra-Regional Dialogue 2025 sukses digelar dengan tema "Centrum of Economic Growth in Indonesia's Sub-Regions" di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (30/10/2025). Acara kolaborasi PT Kabar Grup Indonesia, AMSI Kalbar, GRADASI Kalbar, dan HIPMI Kalbar ini dihadiri para pemangku kepentingan utama daerah.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka secara resmi seminar yang dihadiri Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Bupati Sekadau Aron, serta perwakilan Konsulat Malaysia di Pontianak. Forum ini menjadi wadah strategis membahas potensi ekonomi hijau dan kerja sama intra-regional.

Potensi Investasi dan Pengembangan Ekonomi Daerah

Kabupaten Ketapang: Primadona Investasi Kalbar

Bupati Ketapang Alexander Wilyo memaparkan capaian investasi sebesar Rp8 triliun, tertinggi di Kalbar. Dengan 113 izin pertambangan, 80 perkebunan sawit, dan 35 pabrik kelapa sawit aktif, Ketapang juga mengembangkan destinasi wisata seperti Bukit Batu Daya dan Pulau Sawi.

Kabupaten Sekadau: Fokus pada Komoditas Unggulan

Bupati Sekadau Aron menekankan strategi pengelolaan potensi daerah melalui identifikasi komoditas unggulan. Pemerintah telah menyalurkan 2.936 bibit kelapa untuk mendongkrak perekonomian masyarakat yang 80% bergerak di sektor pertanian.

Kota Pontianak: Pusat Perdagangan dan Jasa

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyoroti peran Pontianak sebagai pusat perdagangan, pendidikan, dan pemerintahan. Konsumsi kopi warga mencapai 400-500 kg per hari menjadi potensi pengembangan industri kreatif berbasis lokal.

Strategi Penguatan SDM dan Hilirisasi

Dr. Muhammad Fahmi, Ekonom Universitas Tanjungpura, menekankan pentingnya hilirisasi dan penguatan SDM menghadapi transformasi ekonomi nasional. Indonesia memiliki 86 juta masyarakat kelas menengah dan 141 juta milenial yang berpotensi mendorong ekonomi kreatif.

Pelabuhan Kijing: Pusat Logistik Modern Kalbar

Executive Director PT Pelindo, Budi Prasetio, memaparkan peran Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah sebagai pusat logistik modern. Beroperasi sejak 9 Agustus 2022 di lahan 200 hektare, pelabuhan ini memperkuat konektivitas laut Kalbar dengan pasar global.

Inisiatif Strategis Dunia Usaha

CEO Firman's Group Hendra Firmansyah mengumumkan pembangunan peternakan telur terbesar di Kalbar yang akan beroperasi Desember 2025, penyelenggaraan Borneo Fair Reborn (11-21 November 2025), dan program Bank Wakaf pertama di dunia berbasis infak tanpa bunga.

Sinergi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

Borneo Intra-Regional Dialogue 2025 menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama konkret antarwilayah di Kalimantan. Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, Kalbar optimistis menjadi pusat pertumbuhan ekonomi hijau berdaya saing nasional dan regional hingga Oktober 2026.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar