Sebagai figur muda, Gusti Purbaya aktif mengikuti dinamika politik nasional dan tak segan menyampaikan kritik. Pada Maret 2025, ia memicu polemik dengan unggahan yang dianggap kontroversial, berisi pernyataan "Nyesel Gabung Republik" dan "Percuma Republik Kalau Cuma Untuk Membohongi".
Unggahan tersebut dilengkapi dengan foto dirinya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sehingga publik menduga kritik itu diarahkan kepada Gibran dan keluarganya.
Namun, Pengageng Sasono Wilopo Keraton, K.P.H. Dani Nur Adiningrat, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Putra Mahkota dan Wapres Gibran tetap baik. Unggahan tersebut disampaikan sebagai bentuk kritik terhadap berbagai permasalahan nasional, seperti kasus Pertamax oplosan, PHK massal di PT Sritex, korupsi timah, dan penanganan kasus pagar laut yang dinilai tidak tegas.
Profil dan Kasus Hukum Terkait Gusti Purbaya
Selain aktivitasnya di keraton dan dunia digital, nama Gusti Purbaya juga pernah tercatat dalam kasus hukum, yaitu insiden tabrak lari di Gapura Gladak, Kota Solo, pada Agustus 2023. Berdasarkan video CCTV, kendaraan yang dikemudikannya terlibat tabrakan hingga membuat korban terpental.
Purbaya kemudian mengaku kabur dari TKP karena takut dikeroyok massa. Kasus ini akhirnya diselesaikan secara damai melalui pendekatan restorative justice di Polresta Surakarta bersama pihak korban.
Dengan berbagai latar belakang dan pengalamannya, Gusti Purbaya kini menjadi sosok yang akan memegang tampuk kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta, melanjutkan estafet tradisi dan budaya Jawa di era modern.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral