Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap empat faktor fenomena atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan lebat hingga ekstrem di Indonesia. Puncak musim penghujan diprediksi terjadi dalam sepekan ke depan dengan dominasi kondisi berawan di sebagian besar wilayah.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, keempat fenomena atmosfer tersebut adalah MJO (Madden-Julian Oscillation), gelombang atmosfer ekuator Kelvin dan Rossby, fenomena lokal belokan pertemuan angin, serta fenomena hangatnya suhu permukaan air laut. Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan potensi hujan lebat hingga ekstrem.
"Dalam sepekan ke depan, potensi peningkatan intensitas hujan hingga sangat lebat di beberapa wilayah makin dimungkinkan untuk terjadi," tegas Dwikorita dalam konferensi pers virtual.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, khususnya di wilayah:
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral