Warga Serbia memperingati satu tahun runtuhnya atap Stasiun Kereta Api Novi Sad dengan aksi unjuk rasa. Peristiwa tragis yang terjadi di kota Novi Sad, Serbia, ini menewaskan 16 orang ketika atap stasiun yang sedang direnovasi ambruk.
Dalam aksi peringatan tersebut, para peserta membawa karangan bunga dan poster untuk mengenang para korban. Aksi ini juga berubah menjadi demonstrasi politik, di mana para pengunjuk rasa menuntut diselenggarakannya pemilu dini.
Tuntutan pemilu dini ini bertujuan untuk menggulingkan Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, dan partai pemerintahannya, SNS. Para demonstran menuduh bahwa akar masalah dari bencana Stasiun Kereta Api Novi Sad adalah praktik korupsi yang mereka alamatkan kepada pemerintahan saat ini.
Artikel Terkait
Sumbar Pimpin Progres Huntara, Aceh Masih Tertinggal
Jenazah Wagub Sulbar Tiba di Jakarta, Akan Dimakamkan di Kalibata
Rakornas 2026: Titik Temu Pusat dan Daerah untuk Pacu Indonesia Emas 2045
Kabel Semrawut di Trotoar Karet, Warga Waswas Setiap Melintas