Warga Serbia memperingati satu tahun runtuhnya atap Stasiun Kereta Api Novi Sad dengan aksi unjuk rasa. Peristiwa tragis yang terjadi di kota Novi Sad, Serbia, ini menewaskan 16 orang ketika atap stasiun yang sedang direnovasi ambruk.
Dalam aksi peringatan tersebut, para peserta membawa karangan bunga dan poster untuk mengenang para korban. Aksi ini juga berubah menjadi demonstrasi politik, di mana para pengunjuk rasa menuntut diselenggarakannya pemilu dini.
Tuntutan pemilu dini ini bertujuan untuk menggulingkan Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, dan partai pemerintahannya, SNS. Para demonstran menuduh bahwa akar masalah dari bencana Stasiun Kereta Api Novi Sad adalah praktik korupsi yang mereka alamatkan kepada pemerintahan saat ini.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral