Jalur Kereta Khusus Malioboro: Transformasi Wisata Jogja Menuju Budaya Bersih & Tertib

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:12 WIB
Jalur Kereta Khusus Malioboro: Transformasi Wisata Jogja Menuju Budaya Bersih & Tertib

Usulan Jalur Kereta Khusus di Malioboro untuk Transformasi Pariwisata Yogyakarta

Kawasan Malioboro diusulkan memiliki jalur kereta khusus sebagai bagian dari transformasi pariwisata Yogyakarta. Inisiatif ini bertujuan membangun budaya bersih dan tertib di jantung kota budaya Indonesia tersebut.

Gagasan Pembangunan Kereta di Sumbu Filosofis

Sigit Pramono Suroyo dari Indonesian Institute for Corporate Directorship mengemukakan usulan ini dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah DIY. Menurutnya, pembangunan kereta di sumbu filosofis Malioboro menjadi langkah strategis untuk revolusi budaya masyarakat Yogyakarta.

Riset dan Rencana Jangka Panjang

Usulan pembangunan jalur kereta ini didasarkan pada penelitian mendalam terhadap perilaku masyarakat di area transportasi umum. Sistem transportasi ini dapat dibangun sebagai kereta bawah tanah atau layang sesuai dengan karakteristik kawasan Malioboro.

Program Pendukung Lainnya

Selain jalur kereta, turut diusulkan beberapa program pendukung seperti:

  • Penyempurnaan Calendar of Event DIY
  • Pengembangan 10 event unggulan
  • Gerakan Jeding Resik
  • Penguatan peran ISI Yogyakarta dalam kegiatan budaya

Respons Pemerintah Daerah DIY

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyatakan rencana kereta otonom di Malioboro memerlukan kajian komprehensif. Aspek teknis, tata ruang, dan regulasi menjadi pertimbangan utama dalam implementasi proyek transportasi ini.

Kajian Existing dan Tantangan Implementasi

Studi kelayakan proyek kereta otonom sebenarnya telah dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun implementasinya masih menghadapi kendala penyesuaian jalur dan pencarian investor yang tepat.

Pendekatan Kolaboratif

Pembangunan kereta otonom di Malioboro tidak dapat dilakukan sebagai proyek sektoral tunggal. Diperlukan kolaborasi lintas bidang dengan mempertimbangkan aspek pengaturan PKL, parkir, dan integrasi dengan sistem transportasi existing.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar