Tantangan Sekolah Inklusif di Indonesia: Biaya, Guru, dan Solusi

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 11:18 WIB
Tantangan Sekolah Inklusif di Indonesia: Biaya, Guru, dan Solusi

Mendikdasmen Luncurkan Bulan Guru Nasional, Soroti Tantangan Sekolah Inklusif

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti secara resmi meluncurkan Bulan Guru Nasional di SLBN 1 dan SLB-A Pembina Jakarta, Jumat (31/10). Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X DPR Himmatul Aliyah yang menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat mengenai pendidikan inklusif.

Tantangan Biaya dan Akses Sekolah Inklusif

Himmatul Aliyah mengungkapkan bahwa sekolah inklusif masih menghadapi kendala aksesibilitas, terutama dari segi biaya. "Kesulitan masuk sekolah inklusif karena rata-rata biayanya mahal. Selain itu, calon siswa harus melalui tes psikolog yang tidak ditanggung BPJS, sehingga memberatkan keluarga kurang mampu," jelasnya.

Kekurangan Guru dan Isu Bullying di Sekolah Inklusif

Permasalahan lain yang dihadapi adalah minimnya jumlah guru yang khusus menangani anak berkebutuhan khusus. Di sisi lain, muncul aspirasi masyarakat yang mengkhawatirkan potensi bullying terhadap anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah inklusif.

"Ada dua pesan yang saling bertolak belakang. Satu sisi masyarakat menginginkan sekolah inklusif, di sisi lain ada yang menolak karena kekhawatiran anak menjadi korban perundungan," tutur politikus Partai Gerindra tersebut.

Solusi dan Jalan Tengah Pendidikan Inklusif

Melalui forum ini, Himma meminta Kementerian Pendidikan untuk segera mencari solusi terbaik. Penting untuk menemukan jalan tengah agar anak berkebutuhan khusus tetap mendapatkan hak pendidikan berkualitas tanpa menghadapi berbagai kendala yang ada saat ini.

Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah, diharapkan sistem pendidikan inklusif di Indonesia dapat berkembang lebih baik dan menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.

Komentar