Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa mayoritas warga Palestina menolak pelucutan senjata kelompok perlawanan. Penolakan ini tetap kuat bahkan jika hal tersebut menjadi syarat untuk mencegah eskalasi konflik. Sikap ini mencerminkan konsensus nasional dalam mempertahankan hak untuk melawan pendudukan.
Survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Opini Publik Palestina pada 22–25 Oktober 2025 menunjukkan bahwa 70% warga Palestina menentang pelucutan senjata. Mereka menilai bahwa kekuatan bersenjata merupakan bentuk pertahanan sah terhadap agresi dan penjajahan yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Dukungan publik terhadap Operasi "Banjir Al-Aqsa" yang dimulai pada 7 Oktober 2023 juga mengalami peningkatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin banyak warga Palestina yang memandang perlawanan bersenjata sebagai respons yang sah terhadap pendudukan dan pelanggaran hak-hak dasar mereka.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral