Jika mereka bukan keturunan Nabi, namun diam ketika dipanggil dengan gelar tersebut, berarti mereka menyetujui kemungkaran. Ulama yang tidak amanah secara ilmiah tidak layak dijadikan rujukan. Fakta membuktikan bahwa para ulama besar tersebut tsiqah dan layak menjadi panutan.
Memang ada oknum yang bermasalah, namun hal itu tidak boleh membuat kita menafikan nasab semua Habaib. Keyakinan terhadap nasab mereka justru menguntungkan kita sebagai umat Islam, karena menjaga keberkahan dan kesinambungan sanad keilmuan.
Yang rugi justru mereka yang terus mengkampanyekan penolakan terhadap nasab Habaib, karena secara tidak langsung memutus sanad keilmuan mereka sendiri. Perdebatan ilmiah memang wajar, namun ketika sudah sampai pada tingkat pelecehan dan olok-olok, itu menunjukkan ketidaksehatan berpolemik.
Daripada sibuk mengkritik Habib Umar, lebih baik fokus mendidik para dai yang memang membutuhkan bimbingan. Ini jauh lebih bermanfaat bagi umat.
Video Biografi Habib Umar bin Hafidz
Simak profil lengkap Habib Umar bin Hafidz dalam video ini
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral