Ayah Hamdi, Mohamed El-Hachmi Hamdi, membela putranya dengan menyatakan bahwa Sami tidak terafiliasi dengan kelompok politik atau agama mana pun. Sementara itu, CAIR membantah tuduhan bahwa Hamdi mendukung militan Islam dan menyebut penangkapan ini sebagai penghinaan terhadap kebebasan berpendapat.
Respons Pemerintah Inggris
Kementerian Luar Negeri Inggris menuntut klarifikasi dari AS terkait penahanan Hamdi dan menyatakan bahwa penahanan warga negara Inggris karena mengungkapkan opini politik merupakan preseden berbahaya yang tidak boleh ditoleransi oleh demokrasi mana pun.
Dukungan dari Tokoh Konservatif AS
Sejumlah tokoh konservatif AS mendesak pemerintah Trump mengusir Hamdi dari AS. Aktivis sayap kanan Laura Loomer menyebut Hamdi sebagai pendukung Hamas, sementara Yayasan RAIR yang pro-Israel menuduhnya berupaya memperluas jaringan politik asing yang memusuhi kepentingan AS.
Kebijakan Imigrasi Pemerintahan Trump
Sejak Januari tahun ini, pemerintahan Trump melakukan tindakan keras terhadap pemegang visa yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan mengkritik operasi militer Israel di Gaza, termasuk memeriksa media sosial dan mendeportasi pemegang visa pelajar serta green card.
Artikel Terkait
Alissa Wahid: Dewan Perdamaian Trump Hanya Ilusi bagi Palestina
Kalung Emas Rp 91 Juta Raib di Ubud, Pelaku Jambret Diringkus Polisi
Prabowo Gerah, Spanduk dan Baliho Dituding Rusak Wajah Kota
Guru Besar Unair Bongkar Penyimpangan UU ITE: Opini Bukan untuk Dipenjara