Dari Jualan Cabai ke Ditinggal Saat PPPK: Kisah Pilu Melda yang Beli Baju Korpri Suami dengan Uang Dagangannya

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 10:50 WIB
Dari Jualan Cabai ke Ditinggal Saat PPPK: Kisah Pilu Melda yang Beli Baju Korpri Suami dengan Uang Dagangannya

Kisah Pilu Melda Safitri: Diceraikan Suami Jelang Dilantik PPPK, Baju Korpri Dibeli dari Hasil Jualannya

Kisah rumah tangga Melda Safitri (33), seorang wanita asal Aceh Singkil, menjadi sorotan publik setelah suaminya, JS, menceraikannya sesaat sebelum resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Fakta pahit terungkap ketika Melda mengaku bahwa baju seragam Korpri untuk pelantikan suaminya justru dibeli dari uang hasil jerih payahnya berjualan di pasar.

Dukungan Penuh Berbalas Cerai

Dalam wawancaranya, Melda dengan lirih menceritakan pengorbanannya. "Baju pelantikan itu saya yang belikan, dari hasil jualan cabai dan sayur di pasar. Saya bantu dari nol, dari dia belum kerja sampai bisa lulus PPPK. Tapi justru saya ditinggal sebelum dia menerima SK," ujarnya.

Perasaan kecewa mendalam dirasakan Melda, yang selama ini setia mendampingi suami di tengah kesulitan ekonomi. "Kalau memang mau cerai, kenapa tidak dari dulu? Kenapa pas sudah lulus dan mau dilantik baru saya ditinggal?" tanyanya dengan hati pedih.

Kronologi Perceraian yang Menyakitkan

Peristiwa perceraian terjadi pada 15 Agustus 2025, hanya dua hari sebelum pelantikan JS sebagai PPPK. Pemicunya adalah persoalan sepele - tidak adanya lauk pauk di rumah saat suami pulang kerja.

"Dia marah cuma karena tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah," kenang Melda. Keesokan harinya, pertengkaran memuncak berujung pada ucapan talak dari sang suami sebelum akhirnya pergi meninggalkan rumah.

Perjuangan Hidup dan Pengakuan Pilu

Setelah ditinggal, Melda harus berjuang menghidupi dua anaknya dengan berjualan gorengan dan minuman seribuan di depan rumah. Ia juga mengungkapkan betapa tekanan ekonomi membuatnya tak mampu merawat diri.

"Mungkin dari penampilan saya yang kurang menyenangkan lagi, kurang mengurus diri. Jujur, siapa sih perempuan yang tidak mau cantik? Tapi kan faktor ekonomi juga. Nanti kalau saya usahakan untuk membeli bedak, nanti bagaimana dengan kebutuhan kami," ucapnya dengan sedih.

Melanjutkan Hidup untuk Anak-anak

Saat ini, Melda telah kembali ke kampung halamannya di Meukek, Aceh Selatan, bersama kedua anaknya. Meski hati masih terluka, ia bertekad untuk bangkit dan memulai hidup baru.

"Semoga Allah ganti dengan yang lebih baik. Saya cuma ingin fokus pada anak-anak," pungkasnya dengan penuh harap.

Kisah Melda Safitri ini menjadi pelajaran berharga tentang kesetiaan dan pengorbanan dalam rumah tangga, serta ketangguhan seorang ibu dalam menghadapi ujian hidup.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar