Setelah melakukan pemukulan dengan palu, ARH langsung melarikan diri dengan melompati tembok belakang rumah. Namun, upaya pelariannya berhasil digagalkan oleh warga setempat. Pelaku kemudian diserahkan kepada pihak Polsek Pasar Minggu untuk proses hukum lebih lanjut.
Motif Penganiayaan di Jakarta Selatan
Polisi mengungkapkan bahwa motif penganiayaan ini diduga akibat emosi yang dipendam pelaku. "Pelaku sering dimarahi oleh korban. Pelaku sudah lama memendam emosi dengan korban," tambah Anggiat.
Kondisi Korban dan Investigasi Polisi
Korban meninggal dunia setelah menderita luka parah di bagian kepala belakang. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. "Korban dalam keadaan meninggal dunia dengan mulut mengeluarkan darah segar dan kepala belakang pecah hingga mengeluarkan otak," jelas Anggiat.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku untuk mengungkap kasus penganiayaan berujung kematian di Jakarta Selatan ini secara lebih mendalam.
Artikel Terkait
Balochistan Berdarah Lagi: 47 Tewas dalam Serangan Terkoordinasi
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi
Di Balik Rerimbunan Srengseng, Babeh Icam Bertahan Setia Meski Demam Akik Sudah Redup
Kredibilitas Pasar Modal Indonesia Terancam, MSCI Siap Turunkan Status