Kronologi Lengkap Penipuan Jalur Khusus Akpol Rp 2,65 Miliar yang Libatkan Oknum Polisi
Seorang warga Pekalongan, Dwi Purwanto, menjadi korban penipuan seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) dengan kerugian mencapai Rp 2,65 miliar. Modus yang digunakan adalah penawaran jalur khusus Kapolri. Polda Jawa Tengah telah menetapkan empat tersangka, termasuk dua anggota polisi aktif dari Polres Pekalongan.
Modus Penipuan dan Janji Palsu Jalur Khusus
Dwi Purwanto mengaku awalnya ditawari bantuan untuk meloloskan anaknya dalam seleksi Akpol melalui jalur khusus yang diklaim terhubung langsung ke pimpinan tertinggi Polri. Karena percaya, ia menyerahkan uang secara bertahap. Salah satu pelaku bahkan mengaku sebagai adik Kapolri untuk meyakinkan korban.
Anak Gagal Lolos, Uang Rp 2,65 Miliar Raib
Setelah uang diserahkan, janji tinggal janji. Anak Dwi dinyatakan tidak lolos seleksi Akpol. Korban berulang kali meminta pengembalian uang, namun tidak ada hasil. Akhirnya, Dwi melaporkan kejadian ini ke Polda Jawa Tengah.
Identitas Pelaku: 2 Oknum Polisi dan 2 Warga Sipil
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menjelaskan empat orang yang diperiksa. Dua anggota Polri dari Polres Pekalongan berinisial Aipda F (RH) dan Bripka AUK (AL). Sementara dua warga sipil berinisial AG (Agung) dan JK (Joko).
Kedua oknum polisi berperan membujuk dan meyakinkan korban, sementara dua warga sipil membantu proses bujuk rayu dan menyalurkan uang. Total uang yang diserahkan korban mencapai Rp 2,65 miliar, dengan sekitar Rp 600 juta berhasil disita penyidik.
Proses Hukum dan Penanganan Internal Polri
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, membenarkan laporan ini. Polda Jateng menangani kasus ini secara paralel. Ditreskrimum Polda Jateng menangani dugaan pidana, sementara Bidpropam menyelidiki pelanggaran kode etik.
Kombes Artanto menegaskan proses pidana telah naik ke tahap penyidikan. Polda Jateng berkomitmen tidak mentoleransi penyalahgunaan wewenang dan akan memberikan tindakan tegas.
Peringatan Kapolres: Seleksi Polri Tidak Dipungut Biaya
Kapolres Pekalongan dan Kabid Humas Polda Jateng mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur janji kelulusan instan yang berbayar. Masuk menjadi anggota Polri tidak dipungut biaya apa pun. Proses seleksi berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis sesuai prinsip BETAH.
Kasus yang pertama kali dilaporkan pada Agustus 2025 ini masih terus didalami penyidik, termasuk aliran dana dan peran masing-masing pelaku.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pembegal Dua Tenaga Kesehatan di Jeneponto saat Sedang Minum Tuak
Ekonom UGM: Indonesia Bisa Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS, Malaysia Sudah Contoh
Presiden Prabowo Desak Percepatan Transisi Energi di BIMP-EAGA demi Jawab Krisis Global
Presiden Prabowo Tiba di Filipina, Hadiri Pembukaan KTT ke-48 ASEAN