Pelaku diduga membobol kunci setang motor menggunakan kunci T. Setelah berhasil menyalakan motor, pelaku mendorong kendaraan keluar halaman masjid sebelum akhirnya melarikan diri.
"Pelaku membuka kunci setang dengan kunci T, menyalakan motor, kemudian membuka gerbang masjid yang hanya ditutup tanpa dikunci. Motor didorong keluar sebelum akhirnya dinyalakan dan dibawa kabur," tutur Rudi.
Korban dan Laporan Kepolisian
Korban, Dian Saputra, yang merupakan warga Dusun III, mengaku sering salat Maghrib dan Isya di masjid tersebut meski bukan pengurus. Setelah selesai salat Subuh pukul 05.30 WIB, ia menyadari motornya sudah hilang.
"Sudah saya laporkan ke kepolisian. Setelah salat Subuh, saya lihat motor sudah tidak ada," ujar Dian.
Namun, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Budiman, menyatakan belum menerima laporan resmi mengenai kejadian pencurian motor ini per Jumat (24/10).
Sejarah Keamanan di Masjid Al-Harmony
Rudi mengungkapkan bahwa ini bukan pertama kalinya terjadi pencurian motor di Masjid Al-Harmony. Sejak tahun 2018, sudah tercatat tiga kali kejadian serupa, termasuk salah satunya menimpa Bendahara BKM masjid tersebut.
Artikel Terkait
Wagub Sulbar Salim S. Mengga Wafat, Duka Mendalam Selimut Sulawesi Barat
Menag: NU Itu Keluarga Besar, Dinamika Internal adalah Hal Wajar
Gugatan ke MK: Anggaran Pendidikan Dikorupsi untuk Makan Bergizi Gratis
Gus Yahya Buka Suara soal Absennya Prabowo di Puncak Harlah NU