Dalam setahun terakhir, berbagai konflik sosial dari Rempang, Cidahu, hingga perkebunan sawit di Kalimantan tidak mendapat perhatian serius dari Kementerian HAM. Publik lebih sering mendengar Pigai berbicara tentang gizi anak daripada penanganan pelanggaran hak warga negara.
Ketika mahasiswa Papua berdemonstrasi menuntut perhatian atas pelanggaran HAM di Intan Jaya, respons Pigai terbatas pada prosedur administratif. Jawaban ini terasa hampa bagi masyarakat yang menanti kepemimpinan moral dari seorang mantan aktivis yang dulu dikenal lantang.
Simbol Tanpa Substansi di Kementerian HAM
Pengangkatan Natalius Pigai sebagai Menteri HAM awalnya dipandang sebagai langkah simbolis untuk memperkuat representasi Papua. Namun setelah setahun, simbol itu tidak berubah menjadi substansi nyata.
Pigai tampak kehilangan roh aktivisme yang dulu membuatnya disegani. Kini ia lebih nyaman berada di balik meja birokrasi. Dalam politik praktis, simbol tanpa kinerja hanya menjadi beban yang bisa berujung pada reshuffle kabinet.
Waktunya Evaluasi Kinerja Menteri HAM
Presiden Prabowo Subianto dikenal sebagai pemimpin yang pragmatis dan menuntut hasil nyata. Jika ukuran kinerja adalah dampak terhadap rakyat, maka Pigai dinilai gagal memenuhinya. Tidak ada kebijakan besar, penyelesaian kasus, atau langkah konkret yang menunjukkan keberpihakan pada korban pelanggaran HAM.
Satu tahun sudah cukup sebagai masa uji. Natalius Pigai mungkin datang dengan idealisme, tetapi kinerjanya tidak meninggalkan jejak berarti. Publik pun mulai bertanya-tanya: "Apakah Menteri HAM ini benar-benar bekerja, atau sekadar hadir di rapat kabinet?"
Jabatan publik bukan tempat untuk nostalgia aktivisme. Ini tentang tanggung jawab, hasil, dan keberanian. Sejauh ini, Natalius Pigai dinilai belum menunjukkan satupun dari tiga hal tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral